Ratu. Siapa yang asing dengan sebutan itu. Ratu
adalah seorang yang di muliakan oleh hamba dan para kawulanya. Wanita yang
mampu membangun negara, memimpin rakyat dengan keadilan dan kebijaksanaan.
Betapa agung sang ratu. Seseorang yang hendak bertemu haruslah berjalan dengan
menundukan kepala berserta seluruh badannya, jika perlu mungkin dapat
merangkak. Bahkan sebelum bertemu dengan sang ratu kawula harus menghadapi
ajudan-ajudan yang menjaga singgasananya. Kemudian jika ada yang menghadap
padanya jangan mimpi untuk sembarang duduk berdampingan dengannya, hanya
sekedar bisa berjabat tangan dengannya? Aaah sungguh kemustahilan yang sangat
nyata.
Begitu senangnya jadi ratu, hidup dalam Istana
megah nan aman. Tidak perlu lagi bersusah payah dalam bekerja. Ratu mau apa,
pelayan kerajaan sudah memenuhi keinginannya sebelum ratu meminta. Tugas Ratu
hanya memimpin negrinya pun itu di dampingi penasehat kerajaan atau tidak
melalui patihnya. Ratu tidak perlu terjun ke medan peperanagn. Karenanya
nyawanya terlalu mahal dan berharga.
Harus hati-hati dengan sang ratu, barang tentu
jika salah ucap atau salah perbuatan bala tentaranya akan langsung memerangi
pemberontak untuk menjaga kehormatan ratu. Berbicara tentang kehormatan,
gaun-gaun mahal yang menjuntai sengaja ratu pakai untuk menutupi keelokan
tubuhnya yang sangat mahal. Pakaiannya
saja belum tentu rakyat biasa dapat dengan serupa menemukan bahan yang sama.
Lalu yang menjadi pertanyaan perempuan mana
yang tidak ingin menjadi seperti sang ratu?
Engkau yang ditakdirkan sebagai wanita tak
perlu bersedih dan bersusah payah melamun menjadi seperti ratu pada cerita dan
dongeng-dongeng. Bahkan jauh dari ilusi yang manusia ciptakan. Islam telah
memperlakukan setiap wanita menjadi seorang ratu. Karena termasuk kesempurnaan
Islam bahwa Islam telah menggariskan untuk memuliakan, melindungi, dan
memberikan kasih sayang kepada wanita dengan memperhatikan hak-haknya. Islam
memperingatkan dengan keras agar tidak medzalimi apa lagi hingga menyakitinya.
Sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang
berbunyi:
“Orang perempuan itu seperti tulang rusuk, bila kamu memaksa dalam meluruskanya maka berarti kamu menghancurkanya, dan bila kamu hanya ingin bersenang-senang denganya maka kamu bisa merasa puas tetapi ia akan tetap bengkok”
Dalam hadist tersebut intinya seorang laki-laki harus memperlakukan wanita (istri) dengan lemah lembut, sabar dan penuh kasih sayang karena Allah, dan tidak boleh dengan cara kekerasan, karena watak seorang wanita seperti tulang rusuk yang bengkok apabila dipaksa untuk di luruskan maka tulang rusuk yang bengkok akan hancur (ketika dalam rumah tangga hancur yang berarti cerai) begitu juga dengan wanita.
Dalam sebuah riwayat Rasulullah pernah memerintahkan
seorang sahabat untuk memberikan hukuman pada seseorang yang telah melukai
seorang wanita yang merupakan hamba sahaya. Islam pulalah yang pertama kali
menjunjung martabat wanita, dengan menjadikan wanita sebagai manusia yang
mempunyai kedudukan yang sama dengan laki-laki dalam setiap lini kehidupan,
kecuali dengan tugas, kewajiban, tanggung jawab, yang sesesuai dengan fitrahnya
seorang wanita.
Betapa pentingnya seorang wanita, sebab ia merupakan
akar dari terbentuknya generasi Rabbani Islam. Ini merupakan bentuk penghargaan
Islam yang di berikan pada wanita. Wanita menjadi pemimpin untuk anak-anaknya,
dan sebagai manusia yang bertanggung jawab terhadap harta suaminya. Terkait
masalah ekonomi, ia memiliki harta benda suaminya.
Begitulah Islam memuliakan wanita dengan cara memperlakukannya
sebagaimana seorang kawula memperlakukan Ratunya. Ia adalah sosok ibu, saudara
perempuan, anak perempuan, dan sorang istri yang harus selalu dihargai
keberadaannya.


EmoticonEmoticon