Rabu, 17 Januari 2018

BEGINI CARA ISLAM MEMPERLAKUKAN WANITA



Ratu. Siapa yang asing dengan sebutan itu. Ratu adalah seorang yang di muliakan oleh hamba dan para kawulanya. Wanita yang mampu membangun negara, memimpin rakyat dengan keadilan dan kebijaksanaan. Betapa agung sang ratu. Seseorang yang hendak bertemu haruslah berjalan dengan menundukan kepala berserta seluruh badannya, jika perlu mungkin dapat merangkak. Bahkan sebelum bertemu dengan sang ratu kawula harus menghadapi ajudan-ajudan yang menjaga singgasananya. Kemudian jika ada yang menghadap padanya jangan mimpi untuk sembarang duduk berdampingan dengannya, hanya sekedar bisa berjabat tangan dengannya? Aaah sungguh kemustahilan yang sangat nyata.


Begitu senangnya jadi ratu, hidup dalam Istana megah nan aman. Tidak perlu lagi bersusah payah dalam bekerja. Ratu mau apa, pelayan kerajaan sudah memenuhi keinginannya sebelum ratu meminta. Tugas Ratu hanya memimpin negrinya pun itu di dampingi penasehat kerajaan atau tidak melalui patihnya. Ratu tidak perlu terjun ke medan peperanagn. Karenanya nyawanya terlalu mahal dan berharga.

Harus hati-hati dengan sang ratu, barang tentu jika salah ucap atau salah perbuatan bala tentaranya akan langsung memerangi pemberontak untuk menjaga kehormatan ratu. Berbicara tentang kehormatan, gaun-gaun mahal yang menjuntai sengaja ratu pakai untuk menutupi keelokan tubuhnya yang sangat mahal.  Pakaiannya saja belum tentu rakyat biasa dapat dengan serupa menemukan bahan yang sama.
Lalu yang menjadi pertanyaan perempuan mana yang tidak ingin menjadi seperti sang ratu?
Engkau yang ditakdirkan sebagai wanita tak perlu bersedih dan bersusah payah melamun menjadi seperti ratu pada cerita dan dongeng-dongeng. Bahkan jauh dari ilusi yang manusia ciptakan. Islam telah memperlakukan setiap wanita menjadi seorang ratu. Karena termasuk kesempurnaan Islam bahwa Islam telah menggariskan untuk memuliakan, melindungi, dan memberikan kasih sayang kepada wanita dengan memperhatikan hak-haknya. Islam memperingatkan dengan keras agar tidak medzalimi apa lagi hingga menyakitinya.
Sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:


“Orang perempuan itu seperti tulang rusuk, bila kamu memaksa dalam meluruskanya maka berarti kamu menghancurkanya, dan bila kamu hanya ingin bersenang-senang denganya maka kamu bisa merasa puas tetapi ia akan tetap bengkok”

Dalam hadist tersebut intinya seorang laki-laki harus memperlakukan wanita (istri) dengan lemah lembut, sabar dan penuh kasih sayang karena Allah, dan tidak boleh dengan cara kekerasan, karena watak seorang wanita seperti tulang rusuk yang bengkok apabila dipaksa untuk di luruskan maka tulang rusuk yang bengkok akan hancur (ketika dalam rumah tangga hancur yang berarti cerai) begitu juga dengan wanita.


Dalam sebuah riwayat Rasulullah pernah memerintahkan seorang sahabat untuk memberikan hukuman pada seseorang yang telah melukai seorang wanita yang merupakan hamba sahaya. Islam pulalah yang pertama kali menjunjung martabat wanita, dengan menjadikan wanita sebagai manusia yang mempunyai kedudukan yang sama dengan laki-laki dalam setiap lini kehidupan, kecuali dengan tugas, kewajiban, tanggung jawab, yang sesesuai dengan fitrahnya seorang wanita.
Betapa pentingnya seorang wanita, sebab ia merupakan akar dari terbentuknya generasi Rabbani Islam. Ini merupakan bentuk penghargaan Islam yang di berikan pada wanita. Wanita menjadi pemimpin untuk anak-anaknya, dan sebagai manusia yang bertanggung jawab terhadap harta suaminya. Terkait masalah ekonomi, ia memiliki harta benda suaminya.

Begitulah Islam memuliakan wanita dengan cara memperlakukannya sebagaimana seorang kawula memperlakukan Ratunya. Ia adalah sosok ibu, saudara perempuan, anak perempuan, dan sorang istri yang harus selalu dihargai keberadaannya.


EmoticonEmoticon