Wahai pemuda-pemudi Bangsa Indonesia
Bangunlah dari ketidak-tahuanmu
Bangkitlah dari keterpurukanmu
Bergegaslah dari kelalaian mu
Dan berjuanglah demi menjaga kehormatan Tanah Air Mu .
Wahai pemuda yang ingin dirindukan insan yang mulia
Setiap alur kehidupan manusia di dunia fana
Akan di berikan sebuah kekuatan diantara dua kelemahan
Kekuatan yang suatu saat nanti akan dipertanggungjawabkan
Dan kelemahan yang penuh dengan keterbatasan tanpa kita ketahui, pasti dirasakan.
Esensi perubahan Bangsa
Bangsa Indonesia merupakan wilayah yang cukup lama di monopoli oleh bangsa sekutu dunia karena kekayaan alamnya yang sungguh melimpah bagaikan surga dunia yang tiada tara.Berbagai alam bahari yang terbentang luas dan berisi akan sesuatu yang tidak ada habisnya.Wilayah yang terletak tepat pada garis khatulistiwa yang memberikan tanda bahwa wilayah yang subur alam kehidupan nya dan tak akan pernah terkubur kekayaan nya.Para penjajah yang bersikeras ingin sekali menguasai wilayah nusantara ini karena keadaan dan letak wilayah yang strategis dibuktikan oleh kekayaan alam yang melimpah.Akan tetapi semua usaha para penjajah terpental jauh sampai terbirit-birit pergi dari Indonesia berkat pengorbanan darah suci para generasi ibu pertiwi yang berjuang mempertahankan Negeri.Sejarah Indonesia tak luput dari peristiwa Sumpah Pemuda,yang mana pada saat genting nya keadaan Nusantara,carut marut nya para penguasa,terbelenggu nya kebebasan bangsa, hanya Pemuda yang bisa merubah semuanya.Mereka mempunyai kekuasaan dilawan dengan kemauan,mereka mempunyai senjata dilawan dengan semangat baja,mereka mempunyai amunisi dilawan dengan berani.Pada saat itu pula para pemuda dijadikan sebagai komponen utama dalam perubahan Bangsa.Yang pada hakikatnya bahwa semangat bersatu dan menyatukan adalah pondasi kebebasan ,berani mengorbankan jiwa dan raga hanya untuk mempertahankan keutuhan Bangsa merupakan pagar kesejahteraan, dan pergerakan pemuda Bangsa adalah ruhnya dari perubahan.Oleh karena itu bangunlah,bangkitlah, bergegaslah,dan berjuang lah!
Telah dilukiskan dalam pidato Amir Syarifuddin pada Kongres Pemuda beliau berkata, “ Hai pemuda,jika kamu memegang bedil di tanganmu kanan,haruslah kamu memegang palu di tanganmu kiri.Dan jika kamu memegang pedangmu ditangan kanan,peganglah arit di tanganmu kiri!”.
Kondisi saat ini waktu bukan sebagai kawan atau lawan
Semua orang memiliki jangka rotasi kehidupan yang sama mulai dari detik,menit,bulan, dan tahun yang tidak ada perbedaan dalam jangka waktunya.Hanya ada masa lampau dan masa yang akan datang dalam menjalani kehidupan ini.Masa usia di kala muda merupakan fase yang paling berharga dan waktu yang cemerlang dalam mengasah,mengolah potensi yang ada dalam dirinya.Akan tetapi di saat ini kondisi para pemuda Bangsa sungguh memprihatinkan.Mengapa? Dalam sebuah hasil pengamatan yang mendasari bahwa perhatian Remaja Indonesia terhadap masalah waktu terluang kurang,terbukti dari hasil angket prosentase tertinggi tidak lebih dari 71,58% dan pada penilaiannya para pemuda belum bisa memanfaatkan waktu terluangnya.
“Masa ibarat mata pedang,sekiranya kamu tidak memotongnya,niscaya ia memotong kamu”
Resiko jika waktu menjadi lawan
Pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang selalu bergerak,berinteraksi, berpikir, dan mencari.Adapun waktu merupakan sebuah anugerah yang telah Allah berikan kepada kita agar senantiasa bisa memanfaatkan anugerah tersebut untuk dijadikan hanya sebagai pengabdian bukan pengingkaran.Masa itu bisa menjadi lawan jika kita tidak bersikap sebagai kawan.Jika waktu mu banyak yang terbuang ,maka manfaatkanlah.Jika waktu mu penuh dengan kesibukan,maka sibukkanlah dalam kebaikan.Jika waktu mu disibukkan dalam kebaikan maka Sang pemberi Anugerah akan melimpahkan kebaikan yang tak terduga bukti bahwa kita ingin menjadikan waktu itu sebagai teman.Jika waktu mu banyak yang terbuang dan tidak digunakan maka penyesalan yang akan mengampirimu,jika waktu mu tidak disibukkan dengan kebaikan maka kebathilan lah yang akan menyibukkanmu, dan jika kebathilan yang menyibukkanmu maka pintu kehinaan dan hawa nafsu lah yang akan menguasai mu.Sebagaimana perkataan dari Khallifah Umar ibn Khattab, “ Aku sangat tidak suka melihat orang yang menganggur,tidak bekerja untuk dunia dan tidak berusaha untuk akhirat! “
“ Barang siapa yang hari ini seperti hari kemarin ia adalah orang tertipu dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin ia adalah orang tercela”

EmoticonEmoticon