CINTA ITU BUTA...
Pernah dengar ada ungkapan "Cinta itu membuat buta dan tuli"?
Walau itu bukan ayat atau hadits, tapi fakta di lapangan membenarkan ungkapan tersebut, bila cinta telah melekat maka otak dan pikiran seakan lumpuh dan tidak bekerja dengan normal. Ini bukan hanya dalam film drama korea, atau sinetron cinta, tapi fakta sejarah dan alam nyata.
Islam tidak melarang seseorang untuk bercinta selama masih dalam karidor yang digariskan walau semua orang menganggapnya aneh dan tabu.
Masih ingat berita yang viral di media sosial beberap waktu lalu seorang ABG, Slamet Riyadi (16) menikahi Rohaya, nenek 71 tahun. Bahkan kabarnya, Slamet sempat mengancam akan bunuh diri jika tak direstui menikahi pujaan hatinya yang terpaut 55 tahun darinya. Hem... Subhanallah, begitulah cinta jika sudah melekat..
Jika kita tengok sejarah, ternyata ada yang lebih membuat berdecak kagum dan heran.
Imam Adz Dzahabi bercerita bahwa Ashim bin Kulaib menuturkan, “Suwaid bin Ghaflah menikahi seorang gadis muda padahal umurnya sudah mencapai 116 tahun.” (Siyar A’lamin Nubala’ oleh adz-Dzahabi 4/72)
Cinta itu buta memang benar adanya dan sah-sah saja selagi tidak kebablasan sehingga menerjang rambu-rambu agama, seperti ungkapan "Bila cinta ditolak, dukun bertindak" atau seperti pemuda yg membunuh wanita karena cintanya yang ditolak oleh si dia (Al Bukhori dalam Adabul Mufrod).
Sejarah juga mencatat, Pada tahun 589 H, ada sebuah kejadian aneh bahwa ada seorang putri seorang pengusaha jatuh cinta dengan budak milik ayahnya. Tatkala sang ayah mengetahui hubungan asmara antara keduanya maka dia mengusir sang budak dari rumahnya.
Setelah itu mereka berdua membuat janji bertemu di sebuah tempat untuk merencanakan sesuatu.
Ternyata mereka mengadakan sebuah rencana yang mengerikan: saat malam telah hening, ketika manusia lelap dalam tidur, putri itu memerintahkan kepada sang budak untuk membunuh ayahnya dan ibunya yang tengah hamil tua. Tak cukup dengan membunuh, budak itu juga diberi oleh putri durhaka tersebut perhiasan emas senilai 2.000 dinar. Akan tetapi, keadilan Allah datang, budak tersebut akhirnya tertangkap dan dihukum qishash. (Al-Bidayah wan Nihayah oleh Imam Ibnu Katsir 13/6)
Setelah itu mereka berdua membuat janji bertemu di sebuah tempat untuk merencanakan sesuatu.
Ternyata mereka mengadakan sebuah rencana yang mengerikan: saat malam telah hening, ketika manusia lelap dalam tidur, putri itu memerintahkan kepada sang budak untuk membunuh ayahnya dan ibunya yang tengah hamil tua. Tak cukup dengan membunuh, budak itu juga diberi oleh putri durhaka tersebut perhiasan emas senilai 2.000 dinar. Akan tetapi, keadilan Allah datang, budak tersebut akhirnya tertangkap dan dihukum qishash. (Al-Bidayah wan Nihayah oleh Imam Ibnu Katsir 13/6)
Kisah serupa ternyata terulang di Prancis pada tahun 1933 M, di mana ada seorang gadis yang tega meracuni kedua orang tuanya guna mengeruk seluruh kekayaannya untuk berfoya-foya dengan pacar/kekasihnya, karena sang pacar ingin punya mobil mewah. (Jaulah fi Riyadhil ’Ulama wa Ahdatsil Hayah oleh Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar hlm. 80)
*Note:* Islam tidak melarang manusia untuk mencinta, tetapi Islam mengarahkan agar cinta tersebut menuai ridha Allah bukan malah mendatangkan kemurkaan-Nya. Pastikanlah cintamu tidak melanggar rambu-rambu agama.
#Islam_itu_Indah

EmoticonEmoticon