Pisah Belum Move On,Bersatu Penuh Trauma
Sudah dua tahun terakhir ini aku
berpisah dengan dia, menyebabkan hubungan keluarga di antara kita mulai
renggang dengan beberapa pertanyaan yang orang tua kami tanyakan dengan berat
hati aku selalu saja menjawab, hubungan
kita baik – baik saja atau tidak tahu.
Walaupun aku mendapatkan posisi yang
bebas untuk menentukan sebuah pilihan. Tapi rasanya sangat berat untuk memilih
orang lain selain dia, dengan pertimbangan orang tua kita berdua yang di khawatirkan
tidak harmonis lagi dan akur seperti biasanya.
Namun niat mulia tersebut seketika berbalik
arah, karena seringnya dia bertengkar dengan ibu nya dan orang rumah, seolah –
olah membuka kembali luka lama antara aku dan dia. Trauma yang begitu tinggi
akan kelakuan dan perlakuannya padaku. Mengantarkan aku untuk selalu
mengurungkan niat balikan kembali di saat peluang dan kesempatan begitu terbuka
lebar, walaupun tergambarkan bahwa dia adalah sosok yang berbeda, tapi seolah
ada pembenaran dan penolakan dalam hati sehingga selalu saja tidak jadi untuk
bersatu .
Beragam perasaan bercampur, tapi mungkin
di saat aku terus menginjak usia, pola pikir ku kini menjadi sedikit berbeda,
ada pikiran untuk kembali menjalin hubungan dengannya, dengan pertimbangan
paling tinggi adalah persoalan hubungan kedua belah pihak keluarga yang harus
diselamatkan. Mengingat, kabar hubungan ini masyarakat sudah saling
mengetahuinya.
Sebagai pembaca yang tidak pernah
melewatkan tulisan “ Rekayasa Cinta “ Saya butuh arahan, apakah memang lebih
baik bagi saya jika harus kembali lagi menjalin hubungan dengan pertimbangan
keluarga apakah sebaliknya.

EmoticonEmoticon