Rabu, 21 Maret 2018

Pisah Belum Move On,Bersatu Penuh Trauma



Pisah Belum Move On,Bersatu Penuh Trauma


        Sudah dua tahun terakhir ini aku berpisah dengan dia, menyebabkan hubungan keluarga di antara kita mulai renggang dengan beberapa pertanyaan yang orang tua kami tanyakan dengan berat hati aku selalu  saja menjawab, hubungan kita baik – baik saja atau tidak tahu.
      Walaupun aku mendapatkan posisi yang bebas untuk menentukan sebuah pilihan. Tapi rasanya sangat berat untuk memilih orang lain selain dia, dengan pertimbangan orang tua kita berdua yang di khawatirkan tidak harmonis lagi dan akur seperti biasanya.
    Namun niat mulia tersebut seketika berbalik arah, karena seringnya dia bertengkar dengan ibu nya dan orang rumah, seolah – olah membuka kembali luka lama antara aku dan dia. Trauma yang begitu tinggi akan kelakuan dan perlakuannya padaku. Mengantarkan aku untuk selalu mengurungkan niat balikan kembali di saat peluang dan kesempatan begitu terbuka lebar, walaupun tergambarkan bahwa dia adalah sosok yang berbeda, tapi seolah ada pembenaran dan penolakan dalam hati sehingga selalu saja tidak jadi untuk bersatu .
      Beragam perasaan bercampur, tapi mungkin di saat aku terus menginjak usia, pola pikir ku kini menjadi sedikit berbeda, ada pikiran untuk kembali menjalin hubungan dengannya, dengan pertimbangan paling tinggi adalah persoalan hubungan kedua belah pihak keluarga yang harus diselamatkan. Mengingat, kabar hubungan ini masyarakat sudah saling mengetahuinya.
     Sebagai pembaca yang tidak pernah melewatkan tulisan “ Rekayasa Cinta “ Saya butuh arahan, apakah memang lebih baik bagi saya jika harus kembali lagi menjalin hubungan dengan pertimbangan keluarga apakah sebaliknya.


EmoticonEmoticon