Kamis, 15 Maret 2018

irsyad pendidikan



IRSYAD PENDIDIKAN
Irfan Rahmatullah
     
     
ABSTRAK

Pendidikan menjadi begitu penting, apabila berbicara tentang kualitas pengembangan  manusia pada suatu negara, sebab suatu bangsa dapat dikatakan dengan maju jika pendidikan di negara tersebut juga telah maju dan berkualitas tinggi. Dengan kata lain suatu bangsa dapat maju jika pendidikannya maju dan berkualitas atau mundur jika dunia pendidikan di negara tersebut berkualitas buruk. Namun, sangatlah miris jika kita melihat kondisi pendidikan di indonesia saat ini sangat rendah. Menurut surat Al – Mujadillah ayat 11 istinbath ayat yang dapat saya ambil yaitu keutamaan orang – orang beriman dan berilmu pengetahuan. Bimbingan Konseling Pendidikan Islami adalah kegiatan atau proses bimbingan dan konseling yang diberikan kepada individu agar kegiatan belajar atau pendidikannya senantiasa selaras dengan tujuan pendidikan islami, yaitu menjadi insan kamil sebagai sarana mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Konseling pendidikan islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu mengatasi segala hambatan dalam kegiatan belajar atau pendidikannya, dengan menyadari enksistensinya sebagai makhluk Allah yang harus senantiasa mengikuti ketentuan dan petunjuk Allah agar mejadi insan kamil, sebagai sarana mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Yang di dalamnya mencakup aspek tujuan, fungsi, asas – asas, metode, subjek, dan objek.




Keyword/Kata Kunci : Bimbingan, Konseling, Pendidikan










A. Pendahuluan
Dalam ruang lingkup bimbingan dan konseling islam ada yang dikenal dengan istilah irsyad yaitu bimbingan, konseling, penyuluhan, istisyfa dalam islam. Irsyad ini merupakan proses internalisasi ajaran islam dalam lingkungan masyarakat baik individu maupun kelompok. Ruang ringkup irsyad terbagi menjadi irsyad keagaaman, irsyad pendidikan, irsyad sosial, irsyad karier dan irsyad keluarga. Salah satu ruang lingkup yang akan dibahas oleh penulis yaitu mengenai ruang lingkup irsyad pendidikan, dimana irsyad pendidikan merupakan proses bantuan terhadap individu atau kelompok yang agar mampu mengatasi segala hambatan dalam kegiatan belajar atau pendidikannya.
Dilihat dari segi tersebut, sangatlah miris jika kita melihat kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, Penyebab pertama burukya Kualitas pendidikan di Indonesia adalah sistem pendidikan nasionalnya. Di sekolah siswa dituntut menguasai berbagai bidang keilmuan yang begitu memberatkan mereka, menurut saya kurikulum di Indonesia terlalu padat, sebab tidak akan mungkin siswa mampu menjejali dirinya dengan semua mata pelajaran yang harus ia terima setiap hari di sekolah. Seorang siswa tentu memiliki suatu ketertarikan pada bidang-bidang tertentu saja, tetapi otaknya dipaksakan untuk dimasukkan semua bidang keilmuan.
Penyebab kedua, adalah mahalnya biaya pendidikan di Indonesia. Permasalahan mengenai biaya pendidikan selalu mendapat peran dengan porsi besar dalam menambah semakin buruknya kualitas pendidikan kita. Pendidikan yang berkualitas baik harus menelan biaya yang tidak sedikit, hal ini tak dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Masyarakat yang kurang mampu menyekolahkan anaknya di sekolah yang berkualitas baik atau bagus terpaksa hanya mampu menyekolahkan putra-putri mereka di sekolah yang sarana dan prasarananya minim dan terbatas. Sehingga banyak siswa yang hanya mampu mengenyam pendidikan sampai tingkat SD, SMP dan SMA/SMK, hal tersebut berdampak kepada banyaknya pengangguran dimana – mana dan bagi siswa yang bersekolah disekolah menengah kejuruan pun mereka belum tentu mendapat pekerjaan karena terbatasnya lapangan pekerjaan.
Dengan adanya guru BK dilingkungan sekolah, hal ini bisa diatasi dengan cara melaksanakan bimbingan individu ataupun kelompok. Karena proses irsyad pendidikan ini sangat diperlukan didunia pendidikan. Irsyad pendidikan dapat meningkatkan minat, motivasi dan menumbuhkan potensi setiap individu dalam lingkungan sekolah. Maka dari itu seorang pembimbing atau konselor perlu memahami konsep dasar irsyad pendidikan unntuk mengoptimalisasi proses pelayanan agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

B.  Istinbath Irsyad Pendidikan
Qs. Al – Mujadilah : 11
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sŒÎ) Ÿ@ŠÏ% öNä3s9 (#qßs¡¡xÿs? Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs|¡øù$$sù Ëx|¡øÿtƒ ª!$# öNä3s9 ( #sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% (#râà±S$# (#râà±S$$sù Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_uyŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎Î7yz ÇÊÊÈ  
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kalian, "Berlapang-lapanglah) berluas-luaslah (dalam majelis") yaitu majelis tempat Nabi saw. berada, dan majelis zikir sehingga orang-orang yang datang kepada kalian dapat tempat duduk. Menurut suatu qiraat lafal al-majaalis dibaca al-majlis dalam bentuk mufrad (maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kalian) di surga nanti. (Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kalian") untuk melakukan salat dan hal-hal lainnya yang termasuk amal-amal kebaikan (maka berdirilah) menurut qiraat lainnya kedua-duanya dibaca fansyuzuu dengan memakai harakat damah pada huruf Syinnya (niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian) karena ketaatannya dalam hal tersebut (dan) Dia meninggikan pula (orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat) di surga nanti. (Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan). (Tafsir Jalalain).
Berdasarkan ayat diatas, ayat tersebut sangat relevan dengan irsyad pendidikan. Karena diayat ini Allah Menganjurkan kita senantiasa mau bekerja keras dalam menuntut ilmu dan bekerja. Allah juga berjanji akan menempatkan orang – orang yang beriman, berilmu, dan beramal saleh sesuai dengan ilmunya pada derajat yang paling tinggi.
C. Iqtibas Irsyad Pendidikan
1.         Pengertian Irsyad Pendidikan
A.       Pengertian Bimbingan
Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu dari seorang yang ahli. Pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli menjadi pelengkap satu sama lain.
a.       Abu Ahmadi (1991:1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik.
b.      Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
c.       Bimo Walgito (2010:7), Bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu untuk menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan didalam kehidupannya sehingga individu atau sekumpulan individu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan merupakan pemberian bantuan yang bersifat psikis yang dilakukan secara terus menerus dan sistematis kepada individu, agar individu terseb``ut sanggpup memecahkan masalah yang dihadapinya , memahami dirinya ,mengarahkan dirinya, dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik keluarga maupun masyarakat.
B.        Pengertian Konseling
Pengertian konseling menurut pandangan para ahli yaitu :
a.       Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.
b.      Bimo Walgito (1982:11) menyatakan bahwa konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individhu dalam memecahkan masalah kehidupanya dengan wawancara, dengan cara yang sesuai dengan keadaan individhu yang dihadapinya unuk mencapai hidupnya. dan menyetir (to steer).
c.       Tohirin (2007:22) mengutip pendapat mortensen (1964) yang menyatakan bahwa konseling merupakan proses hubungan antar pribadi dimana orang yang satu membantu yang lainnya untuk meningkatkan pemahaman dan kecakapan menemukan masalahnya.
Dari devinisi diatas dapat disimpulkan yaitu proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (klien) yang berakhir pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien.
C.        Pengertian Pendidikan
Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan yang sesuai prosedur pendidikan itu sendiri.
Kemudian kita berlanjut pada UU tentang adanya pendidikan tersebut, Menurut UU No. 20 tahun 2003 pengertian Pendidikan adalah sebuah usaha yang di lakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, membangun kepribadian, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Undang – undang inilah yang menjadi dasar berdidirinya proses pendidikan yang ada di Negara Indonesia. Sedangkan pengertian pendidikan menurut para ahli yaitu
a.       Ki Hajar Dewantara : “ Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya”.
b.      Prof. Dr. M.J Langeveld :“Pendidikan ialah pemberian bimbingan dan bantuan rohani bagi yang masih memerlukannya”.
c.       Prof. Zaharai Idris seorang Ahli Epistimologi juga menyampaikan pendapatnya tentang pengertian pendidikan ialah : “ Pendidikan ialah serangkaian kegiatan komunikasi yang bertujuan, antara manusia dewasa dengan si anak didik secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam rangka memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya” .
d.      H. Horne : “ Pendidikan adalah proses yang di lakukan terus menerus dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia” .
e.       Ahmad D. Marimba : Beliau juga berpendapat bahwa Pendidikan adalah ” bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terdapat perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama“.
f.       John Dewey : “ Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan yang fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia” .
Dapat disimpulkan pengertian bimbingan konseling pendidikan islami adalah kegiatan atau proses bimbingan dan konseling yang diberikan kepada individu agar kegiatan belajar atau pendidikannya senantiasa selaras dengan tujuan pendidikan islami, yaitu menjadi insan kamil sebagai sarana mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Konseling pendidkan islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu mengatasi segala hambatan dalam kegiatan belajar atau pendidikannya, dengan menyadari enksistensinya sebagai makhluk Allah yang harus senantiasa mengikuti ketentuan dan petunjuk Allah agar mejadi insan kamil, sebagai sarana mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
2.         Tujuan dan Fungsi Irsyad Pendidikan
A.        Tujuan Irsyad Pendidikan
Tujuan pemberian layanan bimbingan konseling adalah
1.         Dapat  merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir, serta kehidupannya pada masa yang akan datang.
2.         Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin.
3.         Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat, serta lingkungan kerjanya.
4.         Mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan masyarakat, ataupun lingkungan kerja.
Untuk mencapai tujuan – tujan tersebut, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk :
1.         Mengenal dan memahami potensi, kekuatan serta tugas – tugasnya.
2.         Mengenal dan memahami potensi – potensi yang ada dilingkungannya.
3.         Mengebal dan menentukan tujuan, rencana hidupnya, serta rencana pencapaian tujuan tersebut.
4.         Memahami dan mengatasi kesulitan – kesulitan sendiri.
5.         Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya, lembaga tempat bekerja, dan maasyarakat.
6.         Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya.
7.         Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara tepat dan optimal.
Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik :
1.         Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya.
2.         Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan.
3.         Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.
4.         Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, mengggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.
5.         Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas.
6.         Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.
Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah :
1.          Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.
2.          Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir.
3.          Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan norma agama.
4.          Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan.
5.          Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan kesejahteraan kerja.
6.          Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.
7.          Dapat membentuk pola-pola karir, yaitu kecenderungan arah karir. Apabila seorang konseli bercita-cita menjadi seorang guru, maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut.
8.          Mengenal keterampilan, kemampuan dan minat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki.
Menurut Thompson dan Rudolpph, 1983, bimbingan dan konseling bertujuan agar klien :
1.          Mengikuti kemauan-kemauan/saran-saran konselor
2.          Mengadakan perubahan tingkah laku secara positif
3.          Melakukan pemecahan masalah
4.          Melakukan pengambilan keputusan, pengembangan kesadaran dan pengembangan pribadi
5.          Mengembangkan penerimaan diri
6.          Memberikan pengukuhan.

B.        Fungsi Irsyad Pendidikan
Fungsi utama bimbingan konseling pendidikan adalah membantu murid dalam masalah – masalah dan sosial yang berhubungan dengan pendidikan dan pengajaran atau penemapatan, juga menjadi perantara dari dalam hubungannya dengan para guru maupun tenaga administrasi
Menurut (Prayitno dan Erman Amti 1999 : 197) berpendapat bahwa, fungsi bimbingan dan konseling ditinjau dari kegunaan atau manfaat ataupun keuntungan – keuntungan apa yang diperoleh melalui pelayanan tersebut sangat banyak dan dapat dikelompokan menjadi limafungsi pokok, yaitu : (a) fungsi pemahaman (b) fungsi pencegahan (c) fungsi pengentasan (d) fungsi pemeliharaan (e) fungsi pengembangan.
Sedangkan fungsi bimbingan menurut (W.S Winkel, 1991:85-86) adalah
a.       Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
b.      Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.
c.       Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/ Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming),home room, dan karyawisata.
d.      Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.
e.       Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.
f.       Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli.
g.      Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.
h.      Fungsi Perbaikan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.
i.        Fungsi Fasilitasi, memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli.
j.        Fungsi Pemeliharaan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseli.

Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disim`pulkan bahwa fungsi bk pendidikan :
1.      Membantu siswa agar memahami potensi yang dimilikinya dan lingkungannya.
2.      Membantu siswa mendapat program studi yang sesuai baginya.
3.      Senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya agar tidak dialami oleh konseli (klien).
4.      Membantu konseli yang telah mengalami masalah, baik` menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, dan karir.

3.         Asas – Asas Irsyad Pendidikan
Dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling kaidah-kaidah atau asas-asas bimbingan dan konseling yaitu ketentuan yang harus ditetapkan dalam penyelenggaraan pelayanan itu. Asas-asas yang yang dimaksudkan adalah asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kekinian, kemandirian, kegiatan, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus dan tut wuri handayani.
a.       Asas Kerahasiaan (confidential), yaitu asas  yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan peserta didik  (klien) yang menjadi sasaran layanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui orang lain. Dalam hal ini, guru pembimbing  (konselor) berkewajiban memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin,
b.      Asas Kesukarelaan, yaitu asas yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (klien) mengikuti/ menjalani layanan/kegiatan yang diperuntukkan baginya. Guru Pembimbing (konselor) berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan seperti itu.
c.       Asas Keterbukaan, yaitu asas yang menghendaki agar peserta didik (klien)  yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersikap terbuka dan tidak berpura-pura, baik dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Guru pembimbing (konselor) berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (klien). Agar peserta didik (klien) mau terbuka, guru  pembimbing (konselor) terlebih dahulu bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Asas keterbukaan ini bertalian erat dengan asas kerahasiaan dan  dan kekarelaan.
d.      Asas Kegiatan, yaitu asas yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan dapat berpartisipasi aktif di dalam penyelenggaraan/kegiatan bimbingan. Guru Pembimbing (konselor) perlu mendorong dan memotivasi peserta didik untuk dapat aktif dalam setiap layanan/kegiatan  yang diberikan kepadanya.
e.       Asas Kemandirian, yaitu asas yang menunjukkan pada tujuan umum bimbingan dan konseling; yaitu peserta didik (klien) sebagai sasaran layanan/kegiatan  bimbingan dan konseling diharapkan menjadi individu-individu yang mandiri, dengan ciri-ciri mengenal diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan, serta mewujudkan diri sendiri. Guru Pembimbing (konselor)  hendaknya mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling bagi berkembangnya kemandirian peserta didik.
f.       Asas Kekinian,  yaitu asas yang menghendaki agar obyek sasaran layanan bimbingan dan konseling  yakni permasalahan yang dihadapi peserta didik/klien dalam kondisi sekarangKondisi masa lampau dan masa depan dilihat sebagai dampak dan memiliki keterkaitan dengan apa yang ada dan diperbuat peserta didik (klien)  pada saat sekarang.
g.      Asas Kedinamisan, yaitu asas yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (peserta didik/klien) hendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.
h.      Asas Keterpaduan, yaitu asas yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis dan terpadukan. Dalam hal ini, kerja sama dan koordinasi  dengan berbagai pihak yang terkait dengan bimbingan dan konseling menjadi amat penting dan harus dilaksanakan sebaik-baiknya.
i.        Asas Kenormatifan, yaitu asas yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada norma-norma, baik norma agama, hukum, peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan,  dan kebiasaan – kebiasaan yang berlaku. Bahkan lebih jauh lagi, melalui segenap layanan/kegiatan  bimbingan dan konseling ini harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (klien) dalam memahami, menghayati dan mengamalkan norma-norma tersebut.
j.        Asas Keahlian,  yaitu asas yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselnggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional.  Dalam hal ini, para pelaksana layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling lainnya hendaknya tenaga yang benar-benar ahli dalam bimbingan dan konseling. Profesionalitas guru pembimbing (konselor) harus terwujud baik dalam penyelenggaraaan jenis-jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling dan   dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling.
k.      Asas Alih Tangan Kasus; yaitu asas yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (klien) kiranya dapat mengalih-tangankan kepada pihak yang lebih ahli. Guru pembimbing (konselor)dapat menerima alih tangan  kasus dari orang tua, guru-guru lain, atau ahli lain. Demikian pula, sebaliknya guru pembimbing (konselor),  dapat mengalih-tangankan kasus kepada pihak yang lebih kompeten, baik yang berada di dalam lembaga sekolah maupun di luar sekolah.
l.        Asas Tut Wuri Handayani; yaitu asas yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana mengayomi (memberikan rasa aman), mengembangkan keteladanan, dan memberikan rangsangan dan dorongan, serta kesempatan yang seluas-luasnya  kepada peserta didik (klien) untuk maju.
Adapun asas – asas bimbingan konseling pendidikan menurut Aunur Rahim Faqih dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Asas Kebahagiaan Dunia dan Akhirat; yaitu pencapaian kehidupan yang bahagia didunia dan akhirat. Jelasnya, klien senantiasa ditingkatkan pada hakekat bahwa kegiatan belajar/pendidikannya itu dalam rangka mencari kebahagiaan dunia dan akhirat.
2.      Asas Kewajiban Menuntut Ilmu; yaitu sudah jelas pada ajaran islam bahwa belajar/menuntut ilmu itu merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim.
3.      Asas Pendidikan Seumur Hidup; yaitu menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim, tanpa memandang usia, dan tiada waktu untuk berhenti menuntut ilmu sampai akhir hayat.
4.      Asas Manfaat Pendidikan; yaitu memberi kesadaran kepada klien mengenai manfaat menuntut ilmu atau menempuh pendidikan.
5.      Asas Multipengaruh Terhadap Pendidikan; yaitu memberikan kesadaran/pemahaman pada individu mengenai banyak faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar/pendidikan seseorang yaitu bakat, lingkungan dan juga kemauan. Maka pembimbing maupun klien tidak akan mudah mengambil kesimpulan mengenai sabab musabab terjadinya suatu kasus pendidikan hanya dari satu sisi saja, melainkan akan melihatnya dari wawasan yang lebih luas/berbagai sudut.
6.      Asas Kesesuaian dengan Keadaan Diri; yaitu mengingatkan kepada klien bahwa usaha belajar/pendidikan akan berhasil manakala yang bersangkutan berusaha sesuai dengan kadar kemapuannya sendiri, ataupun kemampuan lainnya. Agar orang yang belajar tidak membebani diri dengan kegiatan atau cita – cita dan keinginan yang jauh dari kemampuan dirinya. Misalnya memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya dsb.
7.      Asas Produktivitas; yaitu membantu individu untuk berlaku efektif , efisien dan produktif. Jelasnya, individu senantiasa berusaha memanfaatkan apa yang ada, apa yang tersedia dengan sebaik – baiknya, dan berusaha mencapai hasil dengan daya dan upaya yang paling hemat dan tidak menyianyiakan waktu dan daya.

4.         Subjek Irsyad Pendidikan
Sesuai dengan asas pendidikan seumur hidup, maka subjek bimbingan konseling pendidikan berarti semua orang yang melakukan kegiatan belajar atau pendidikan.Namun demikian, lazimnya permasalahan – permasalahan lebih banyak muncul dilingkungan pendidikan formal dan nonformal, walau tidak menutup mata bahwa dalam lingkungan pendidikan informalpun permasalahan itu bisa muncul. Dengan kata lain subjek bimbingan dan konseling pendidikan termasuk anak – anak dan remaja/pemuda yang sedang menempuh pendidikan formal atau nonformal.
  Jika dirinci, subjek bimbingan dan konseling pendidikan itu terdiri dari :
1.      Peserta didik sekolah (sejak murid SD sampai dengan mahasiswa perguruan tinggi
2.      Peserta pendidikan nonformal
3.      Orang tua atau wali murid yang mempunyai problem sehubungan dengan kegiatan belajar/ pendidikan anaknya.
4.      Orang tua (ayah/ibu)  dalam kaitannya dengan pendidikan anak – anaknya (balita)

5.         Objek Irsyad Pendidikan
Objek garapan bimbingan dan konseling islami adalah problem – problem yang berkaitan dengan :
1.      Efisiensi dan efektivitas kegiatan belajar, yakni baaimana bisa berhasil menguasai apa yang dipelajari/diajarkan dengan efisien; Tercakup dalam pengertian ini adalah bagaimana cara belajar yang efektif, bagaimana cara mencegah terkena sanksi dikeluarkan karena tidak memenuhi syarat penguasaan bahan pelajaran, bagaimana menghadapi kebosanan dan keengganan belajar dan sebagainya.
2.      Ketetapan pemilihan bidang/jenis studi; jelasnya bagaimana memilih bidang studi (jurusan) yang sesuai dengan bakat, kemampuan dsb.
3.      Kelanjutan studi yakni yang berkaitan dengan pemilihan melanjutkan studi ataukah tidak dan dalam bidang apa; khususnya melanjutkan studi ke perguruan tinggi
4.      Penggunaan waktu luang dari kegiatan belajar rutin terjadwal sekolah/lembaga pendidikan, termasuk memanfaatkan libur secara efisien dan produktif
5.      Pengasuhan dan pendidikan anak balita dan pra sekolah


6.         Metode Irsyad Pendidikan
Metode dapat dikatakan suatu jalur atau cara yang harus dilalui untuk pencapaian suatu tujuan. Metode bimbingan dan konseling Islam berbeda halnya dengan metode dakwah. Sebagai kita ketahui metode dakwah meliputi : metode ceramah, metode tanya jawab, metode debat, metode percakapan antar pribadi, metode demonstrasi, metode dakwah Rasulullah SAW, pendidikan agama dan mengunjungi rumah (silaturrahmi). Demikian pula bimbingan dan konseling Islam bila dikalsifikasikan berdasarkan segi komunikasi, Pengelompokannya menjadi:
1.      Metode lansung
2.      Metode tidak lansung
Metode Lansung
            Metode lansung adalah metode dimana  pembimbing melakukan komunikasi lansung (bertatap muka) dengan orang yang dibimbingnya. Metode ini dapat dirinci lagi menjadi :
Metode Individual
Bimbingan konseling individu yaitu bimbingan konseling yang memungkinkan klien mendapat layanan langsung tatap muka dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan yang sifatnya pribadi yang dideritanya. Dalam konseling ini hendaknya konselor bersikap penuh simpati dan empati. Simpati artinya menunjukkan adanya sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh klien. Dan empati artinya berusaha menempatkann diri dalam situasi diri klien dengan segala masalah-masalah yang dihadapinya. Dengan sikap ini klien akan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada konselor. Dan ini sangat membantu keberhasilan konseling.


Bentuk Khusus Teknik Konseling:
1. Konselor yang paling berperan
2. Konselor berusaha mengarahkan konseli sesuai dengan masalahnya.
3.  Berpusat pada konseli
4. Konselor hanya menampung pembicaraan yang berperan konseli
5.  Konseli bebas bicara, sedangkan konselor menampung dan mengarahkan.
Pembimbing dalam hal ini melakukan komunikasi langsung secara individual dengan pihak yang dibimbingnya. (Rahim Faqih,2001:55) Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik :
1.      Percakapan pribadi, yakni pembimbing melakukan dialog langsung tatap muka dengan pihak yang dibimbing.
2.      Kunjungan ke rumah (home visit), yakni pembimbing mengadakan dialog dengan kliennya tetapi dilaksanakan di rumah klien sekaligus untuk mengamati keadaan rumah klien dan lingkungannya.
3.      Kunjungan dan Observasi kerja, yakni pembimbing/konseling jabatan, melakukan percakapan individual sekaligus mengamati kerja klien dan lingkungannya.
Metode Kelompok
            Pembimbing melakukan komunikasi lansung dengan klien dalam kelompok. Hal ini dapat dilakukan dengan teknik-teknik:
1.      Diskusi kelompok. Diskusi kelompok merupakan suatu cara dimana murid-murid akan mendapat kesempatan untuk memecahkan masalah bersama-sama. Setiap murid dapat menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan suatu masalah.
Dalam diskusi itu dapat tertanam pula rasa tanggung jawab dan harga diri.
2.      Karyawisata (field trip). Karyawisata atau field trip selain berfungsi sebagai kegiatan rekreasi atau metode mengajar, dapat pula berfungsi sebagai salah satu tehnik dalam bimbingan kelompok. Dengan berkaryawisata murid mendapat kesempatan meninjau objek-objek yang menarik dan mereka mendapat informasi yang lebih baik dari objek itu. Disamping itu murid-murid mendapat kesempatan untuk memperoleh penyesuaian dalam kehidupan kelompok, misalnya dalam berorganisasi, kerja sama, rasa tanggungjawab, percaya pada diri sendiri. Juga dapat mengembangkan bakat dan cita-cita yang ada. Dalam contoh seorang anak dapat kesempatan untuk mengembangkan kesenangannya dan bakatnya dalam karyawisatanya. Ia dapat menunjukkan kemampuannya kepada teman-temannya dan mengembalikan harga dirinya.
3.      Sosiodrama. Sosiodrama dipergunakan sebagai suatu tehnik didalam memecahkan masalah-masalah social dengan melalui kegiatan bermain peranan. Di dalam sosiodrama ini individu akan memerankan suatu peranan tertentu dari suatu masalah social. Dalam kesempatan itu individu akan menghayati secara langsung situasi masalah yang dihadapinya. Dari pementasan itu kemudian diadakan diskusi mengenai cara-cara pemecahan masalahnya.
4.      Psikodrama. Jika sosiodrama merupakan tehnik memecahkan masalah social, maka psikodrama adalah tehnik untuk memecahkan masalah-masalah psychis yang dialami oleh individu. Dengan memerankan suatu peranan tertentu, konflik atau ketegangan yang ada dalam dirinya dapat dikurangi atau dihindari. Kepada sekelompok murid dikemukakan suatu cerita yang didalamnya tergambarkan adanya ketegangan psyshis yang dialami individu. Kemudian murid-muri d diminta untuk memainkan dimuka kelas. Bagi murid yang mengalami ketegangan, permainan dalam peranan itu dapat mengurangi ketegangannya. 
5.      Remedial teaching. Remedial teaching atau pengajaran remedial yaitu bentuk pengajaran yang diberikan seorang murid untuk membantu memecahkan kesulitan belajar yang dihadapinya. Remedial ini mungkin berbentuk bermacam-macam seperti penambahan pelajaran, pengulangan kembali, latihan-latihan, penekanan aspek-aspek tertentu, tergantung dari jenis dan tingkat kesulitan belajar yang dialami murid. Tehnik remedial ini dilakukan setelah diadakan diagnose terhadap kesulitan yang dialami murid.
Metode Tidak Langsung
Metode tidak langsung (metode komunikasi tidak langsung) adalah metode bimbingan/konseling yang dilakukan melalui media komunikasi masa. Hal ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok, bahkan massal.
a.                   Metode Individual
Melalui Surat Menyurat dan Melalui Telepon dsb
b.                  Metode Kelompok/massal :
1.      Melalui Papan Bimbingan
2.      Melalui Surat Kabar / Majalah
3.      Melalui Brosu
4.      Melalui Radio (media audio)
5.       Melalui Televisi
Menurut (Achmad. Juntika Nurihsan, 2007:22) Metode dan teknik mana yang dipergunakan dalam melaksanakan bimbingan atau konseling, tergantung pada :
a.                   Masalah/problem yang sedang dihadapi/digarap
b.                  Tujuan penggarapan masalah
c.                   Keadaan yang dibimbing/klien
d.                  Kemampuan pembimbing/konselor memepergunakan metode/teknik
e.                   Sarana dan Prasarana yang tersedia
f.                   Kondisi dan situasi lingkungan sekitar
g.                  Organisasi dan administrasi layanan bimbingan & konseling
h.                  Biaya yang tersedia


D.Penutup

Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem pendidikan di indonesia harus dirubah karena tidak semua siswa itu belum tentu memiliki minat, bakat dan keahlian yang sama, serta menekan biaya sekolah seminimal mungkin agar semua yang berhak mendapatkan pendidikan dapat memperoleh pendidikan yang baik tanpa adanya ketakutan akan putus di tengah jalan karena ketiadaan biaya. Pendidikan adalah hak semua orang dan menjadi tanggung jawab negara untuk menyelenggarakannya serta memfasilitasinya.
Bimbingan Konseling Pendidikan Islami adalah kegiatan atau proses bimbingan dan konseling yang diberikan kepada individu agar kegiatan belajar atau pendidikannya senantiasa selaras dengan tujuan pendidikan islami, yaitu menjadi insan kamil sebagai sarana mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Konseling pendidikan islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu mengatasi segala hambatan dalam kegiatan belajar atau pendidikannya, dengan menyadari enksistensinya sebagai makhluk Allah yang harus senantiasa mengikuti ketentuan dan petunjuk Allah agar mejadi insan kamil, sebagai sarana mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Juga diharapkan dengan adanya Irsyad Pendidikan ini dapat meningkatkan minat, motivasi dan menumbuhkan potensi setiap individu dalam lingkungan sekola





DAFTAR PUSTAKA

M. Luddin , Abu bakar. 2010. Dasar – dasar bimbingan konseling tinjauan teori dan praktik. Citapustaka Media Perintis, Bandung.
Satriah, Lilis. 2016. Panduan Bimbingan dan Konseling Pendidikan. CV Mimbar Pustaka, Bandung.
Dewa Ketut, Sukardi. 1988. Bimbingan dan Konseling. Bina Aksara, Jakarta
Willis, Sofyan S. 2004, Konseling Individual. Alfabeta, Bandung

Gantina Komalasari, Eka Wahyuni dkk. 2011. Teori dan Teknik Konseling, Indeks, Jakarta Barat hal. 271
Hallen A. 2002. Bimbingan dan Konseling. Ciputat Press, Jakarta
Sudrajat, Akhmad. 2008. Fungsi Prinsip dan Asas Bimbingan Konseling.
Prayitno. 2001. Panduan Kegiatan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Rineka Cipta, Jakarta
W . S. Winkel. 1991. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Grasindo , Yogyakarta 
Walgito, Bimo. 2010. Bimbingan dan Konseling. Andi Offset, Yogyakarta
Faqih, Aunur Rahim. 2004. Bimbingan dan Konseling Dalam Islam. UII Press, Yogyakarta.
Juntika, Ahmad. 2006. Bimbingan dan Konseling. Aditama, Bandung
H.M. Arifin. 1994. Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan Agama. Jakarta : PT. Golden Terayon Press
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Prayitno dan Erman Amti. 1999. Dasar – Dasar Bimbingan dan Konseling. Rineka Cipta, Jakarta.
Achmad. Juntika Nurihsan. 2007. Bimbingan Dan Konseling. PT Refika Aditama, Bandung.


EmoticonEmoticon