Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2018

Cinta adalah fitrah


Cinta adalah fitrah       
        Cinta itu adalah fitrah Karena setiap orang di anugerahi naluri untuk saling menyayangi dan disayangi.Menjalin cinta { menjalin percintaan } bukanlah satu kesalahan,selama mengikuti ketentuan yang di tetapkan oleh agama maksud dari mengikuti ketetapan agama ini yaitu berlandaskan pada Al-Qur’an.Namun banyak pencemaran dan kesalahan yang terjadi dalam penghayatan konsep cinta dan pemahaman mengenainya dalam kehidupan.Semakin banyak muda-mudi saat ini yang melenceng dari landasan yang benar.karena terpengaruh dalam konsep cinta yang dipaparkan dalam media masa,baik cetak maupun elektronik,tidak di sangka bahwa televisi mempunyai pengaruh yang kuat,terutama pada remaja.Tayangan dalam televisi seolah-olah menjadi pendidikan khusus bagi mereka mengenai cinta,pada umum nya siaran yang di tayangkan adalah konsep cinta dari barat,sayang nya umat islam kurang mengetahui apa sesungguhnya konsep cinta itu,padahal islam menawarkan konsep cinta yang universal dan dibahas secara terperinci.
Saya akan mencoba dan berusaha memaparkan konsep cinta yang sebenarnya,di setiap orang pasti mengenal cinta itu yang bentuk nya  love tapi,sebenarnya cinta itu berbentuk segitiga.kenapa demikian.
Mari kita simak ilustrasi di atas, Umumnya  Kita semua mengenal cinta itu hubungan antara laki – laki dan perempuan atau  si A dan si B  seperti ilustrasi di atas dilambangkan dengan garis lurus yaitu garis horizontal,tapi menurut saya itu bukan cinta melainkan  cuman sekedar hubungan antara manusia dengan manusia yaitu hablumminanas. Terus seperti apa cinta yang sebenar nya, cinta yang sebenarnya yaitu antara A ke C dan B ke C kita posisikan manusia itu A dan B dan Allah Swt itu C, jadi kesimpulan nya apabila kita sebagai makhluk Nya jangn mencintai dulu apa yang di ciptakan Nya, seharus nya mencintai pencipta nya dulu,baru Allah akan meridhoi cinta kita,sederhana bukan.
   Ingatlah satu hal,jodoh itu rahasia Allah tidak satu pun di antara kita yang tau akan hal tersebut,jadi jangan pacaran dulu, belum tentu orang yang kita anggap sebagai pacar jadi pasangan hidup kita,kalau memang dia mencintai anda pasti nya dia tidak akan mengajak bersama terlebih dahulu tanpa ikatan yang syah,biasanya orang yang kelak jadi jodoh anda itu ialah orang yang diam - diam berdoa di belakang anda dan tanpa sepengetahuan siapapun kecuali Allah,bukan orang yang saat ini sedang berbagi asmara dengan anda.Saya juga pernah mengalami masa seperti ini,sungguh amat berat jika di lepaskan pada saat itu,tapi dengan niat yang baik dan kemauan yang kuat Alhamdullilah sekarang saya sudah seperti ini dan lebih baik tanpa cinta yang semu.       

      Menurut Dr.Robiah Kulop Hamzah dalam bukunya yang berjudul Remaja dan cinta masa remaja adalah masa yang penuh dengan percobaan,konflik dan krisis.Keadaan in terjadii akibat perubahan kematangan organ reproduksi sehingga mengakibatkan perubahan pribadi,kenakalan dan penentangan.emosi remaja mudah tersentuh,mereka menjadi lebih emosional dan mudah berubah.pendek kata, sebelum menemukan identitas diri yang di cari mereka akan terus dalam keadaan seperti ini.
           Pada usia remaja,teman sebaya mempunyai pengaruh yang kuat dalam hubungan sosial,baik di sekolah maupun di rumah.pengaruh keluarga mulai berkurang.seiring dengan pergantian zaman,banyak perubahan terjadi pada remaja dewasa ini.perubahan yang tampak jelas dari sisi mobilitas dan kemauan untuk bergerak bebas.Remaja dahulu terutama perempuan,lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.Mereka lebih banyak mempelajari hal ihwal rumah tangga,hingga menikah muda di umur 15 tahun,sering kali mereka setuju,baik secarasuka rela ataupun terpaksa untuk menerima pasangan yang menjadi pilihan keluarga.
        Berbeda dengan remaja saat ini,mereka mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan.pada usia tersebut mereka masih bersekolah.Apabila mereka berkesempatan melanjutkan pendidikan ke sekolah yang lebih tinggi,mereka akan lebih banyak bertemu bnyak orang.pergaulan nya pukan akan lebuh luas sewaktu beresekolah.ditambah lagi dengan keikut sertaan dalam kegiatan sekolah.Ketika melanjutkan pelajaran di luar kota atau nergi,semuanya lebih banyak memberikan kesempatan berkenalan dengan berbagai jenis orang.Situasi ini jura turut andil terhadap perubahan umur menikah.Malah tradisi orang tua yang memilih pasangan untuk anak sudah tidak berlaku lagi, justru malah  mereka sendiri yang memperkenalkan calon suami atau istri kepada keluarga.                                                                                
        Hubungan cinta saat ini tidak dapat disamakan dengan hubungan cinta zaman dahulu.Meminjam perkataan Umar bin Khotob “ didiklah anak mu sesuai zaman nya “ maka,pendekatan yang di gunakan dalam menangani masalah percintaan saat ini harus sesuai dengan perkembangan zaman,dengan faktor mobilitas dan perubahan yang terjadi,kita tidak bisa memaksa remaja mengikuti cara orang dahulu menjalin cinta,karena zaman sudah berubah.

Minggu, 18 Maret 2018

Mengenal Akhlaq



Akhlak memagang suatu hal yang mempunyai peranan penting bagi manusia dan seluruh alam semesta. Aklak adalah yang sering menjadi perbincangan manusia terdahulu dan orang-orang yang akan terlahir setelahnya. Tidak habis-habisnya manusia berbicara pasal akhlak. Akhlak adalah sesuatu yang dikehendaki secara sengaja dan sadar oleh seorang individu. Mungkin dapat disepertikan dengan azimah (keinginan). Pada Fitrahnya manusia terlahir dengan berbagai macam keinginan, keinginan yang dilakukan secara terus-menerus hingga menjadi suatu kebiasaan atau membudaya kemudian itu dapat dikatakan sebagai akhlak.
Manusia dilahirkan sebagai hewan yang berpikir. Ia akan sealu menemukan hal-hal baru dalam kehidupannya oleh karena itu pemikiran manusia berkembang dari masa ke masa. Dengan demikian manusia selalu menciptakan keinginan-keingin baru setelah keinginan lama telah terpenuhi. Ini adalah keadaan alamiah dan manusiawi. Keinginan dari diri manusia adakalanya mengandung unsur negatif dan ada kalanya mengandung unsur positif. Tidak ada yang dapat terlepas dari padanya, Allah menciptakan manusia diantara dua kecenderungan. Kecendrungan berbuat baik dan kecendrungan berbuat jahat. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Asy-Syams [99]: 6-7.
“Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-Nya. Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaan,”
Azimah (keinginan) yang dimaksud dengan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sengaja dan dilakukan spontan. Seperti, orang yang selalu menolong temannya ketika mendapati temannya yang dalam kesusahan. Ia dapat dikatakan sebagai orang baik dan memiliki akhlak baik. Karena ia membantu temannya secara spontan dan tanpa berpikir Panjang. Adapula seseorang yang gemar membicarakan orang lain dibelakang dan sembunyi-sembunyi kepada temannya yang lain. Ini adalah sesuatu yang ia kehendaki dan dilakukan secara sadar. Maka yang demikian orang tersebut mempunyai akhlak ghibah dan dapat dikatakan sebagai orang yang mempunyai akhlak buruk.
Dan hendaknya ada kebebasan dalam arti tidak ada keterpaksaan ketika melakukan sesuatu hal. Sebagai contoh orang yang berbuat baik kepada kawannya secara terpaksa ataupun tidak terpaksa (sukarela) bisa saja disebut sebagai orang baik. Tetapi, belum tentu memiliki akhalak baik. Karena akhalak baik hanya dimiliki oleh orang yang mempunyai ikhtiar dalam berkendak secara kebebasan atau sukarela.
Point kedua, azimah yang dimaksud dengan akhlak adalah azimah yang dilakukan secara terus menerus. Seperti orang yang selalu berkata jujur disegala situasi. Ia merasa resah ketika tidak dapat berkata jujur, kemudian jujur adalah akhlak yang melekat padanya. Apa pula orang yang selalu berdusta, mengada-ada pada setiap ucapannya. Manusia seperti ini terkadang sering tidak percaya diri ketika ia berkata apa adanya. Maka berdusta adalah akhlak yang melekat padanya.
Akhlakul karimah perlu diterapkan kedalam konsep kehidupan. Agar kehidupan manusia menjadi tertata dengan baik dan pastinya selalu dirahmati oleh Allah. Akhlak seperti buah yang berwarna keemasan, mempunyai bau yang wangi dan kelezatan pada setiap dagingnya. Terdapat pada pohon ibadah yang memiliki cabang-cabang kokoh yang ditanam dengan akar akidah. Seseorang yang tidak memiliki konsep alkhakul karimah dalam hidupnya, akan membuat orang tersebut gampang terombang-ambing oleh pengaruh orang lain. Dan mudah roboh ketika diterpa angin yang salah.




Menurut Imam Al-Gazhali dalam ucapannya, “Dan tujuan daripada akhlak ini adalah supaya amal yang dikerjakan menjadi enak,” definisi Imam Al-Ghazali yang lain mengatakan bahwa, “Akhlak adalah hal ihwal yang melekat pada jiwa, dari padanya timbul perbuaan-perbuatan yang mudah tanpa harus dipikir dan diteliti.”

Karena akhlak melekat pada jiwa sesseorang oleh karena itu akhlak bersifat abstrak dan tidak dapat diukur oleh parameter apapun. Akan tetapi akhlak dapat termanifestasi melalui tingkah laku perbuatan seseorang. Karena akhlak menggambarkan jiwa seseorang. Dan apabila berbuatan seseorang menimbulkan pengaruh buruk maka dapat di sebut akhlak buruk dan jika perbuatan seseorang dapat menimbulkan pengaruh yang baik maka dapat disebut akhlak baik. 

Senin, 06 Maret 2017

Perbaiki Jadwal Shalatmu Agar Allah Senantiasa Mengatur Jadwal Hidupmu

Shalat adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap umat islam, dan shalat pulalah yang akan menjadi hisaban pertama amal kita kelak dihadapan Allah, maka dari itu kita sebagai orang islam harusnya selalu bisa menjaga shalat.

Karena ketika kita menjaga shalat kita kepada Allah, maka Allah pula akan menjaga segala sesuatu yang ada pada hidup kita. Karena Allahlah sang sutradara kehidupan yang kita miliki, maka ketika kita melakukan shalat itu artinya kita tengah memasrahkan segala sesuatunya kepada Allah.

Dan jika kita ingin memperbaiki sisi kehidupan kita, maka mulailah dari kita menjaga shalat terlebih dahulu. Karena saat kita perbaiki jadwal shalat kita kepada Allah, maka Allah akan senantiasa mengatur jadwal hidup kita.

Ketika Kamu Menjaga Shalatmu, Kamu Tengah Menjaga Apapun Yang Berkenaan Dengan Hidupmu

Karena ketika kita terbiasa menjaga shalat, berarti kita tengah menjaga apa-apa yang telah berkenaan dalam hidup yang kita miliki. Shalat adalah hal utama untuk mendapat ketentraman hidup, karena saat kita sudah senantiasa menjaga shalat kita kepada Allah, maka Allah pula akan menjaga kebahagiaan yang hadir dalam hidup kita.

Tetapi kok masih Banyak orang yang sudah shalat tetapi tidak mempunyai ketenangan hidup? Itu terjadi karena kita kurang berserah diri kepada Allah, karena shalat bukan hanya sekedar mengerjakan kewajiban semata. Yang namanya menjaga, adalah kita selalu berpasrah penuh kepada Allah, tidak melupakannya ataupun mengabaikannya.

Didalam shalat kita dituntut untuk khusyu’, dalam artian ketika sedang melakukan shalat kita harusnya hanya memikirkan Allah, bukan yang lainnya. Jadi saat orang menanyakan ketenangan hidupmu, dan mengaitkannya dengan shalatmu, maka yang harus kamu lakukan adalah introspeksi diri.

Sudah benarkah shalatku, sudah khusyu’kah shalatku dan sudah berpasrah penuhkah aku dalam shalatku, kata-kata seperti harus senantiasa kita tanamkan agar dalam mengerjakan shalat kita tidak hanya sekedar menunaikan ibadah.

Ketika Kamu Kehilangan Shalatmu, Maka Kamu Akan Kehilangan Yang Berkenaan Dalam Hidupmu

Dan ingatlah, ketika kamu berani meninggalkan shalatmu, maka kamu akan kehilangan apa-apa yang akan kamu miliki. Oh iya, benarkah…lalu bagaimana dengan seseorang yang memang tidak mengerjakan shalat tetapi ia terpenuhi segala sesuatu yang menjadi kebutuhan hidupnya?

Tapi pernahkah kamu menanyakan kepadanya apakah mereka bahagia denagn hidup yang dimilikinya? Tentu tidak bukan, kita hanya melihat dengan kasat mata bagaimana kehidupan mereka. Kita hanya tahu mereka bahagia saat mereka tertawa dan mempunyai fasilitas lengkap dalam hidupnya. Kita tidak tahu siksa batin apa yang sebenarnya melanda hidupnya.

Jika kamu menanyakan tentang kebahagiaan atas apa yang dimilikinya, walaupun tanpa shalat. Maka jawabannya adalah, Allah begitu murah kepada hamba-hambanya, sebab itulah Ia tidak membedakan rezeki yang Ia berikan kepada siapapun. Walaupun kamu terus-terusan berdosa kepada-Nya, Allah masih menyayangi kita sebagai hambanya, lalu tidakkah kita merasa bersyukur dan terus meminta perlindungan dengan terus melakukan shalat?

Iya, Allah hanya meminta kita untuk mengingatnya dalam shalat lima waktu. Dan itu pula hanya untuk membuat kita sadar bahwa Allah punya segalanya termasuk apa yang kita miliki saat ini. Dan jika ingin mendapat sesuatu yang lebih dari apa yang telah kita miliki saat ini adalah, kita harus senantiasa menjaga shalat yang kita miliki, jangan pernah kita berfikir untuk meninggalkannya, karena saat kita selalu menginagat Allah maka Ia pula akan selalu mengingat kita

Sesibuk Apapun Dirimu, Jangan Sampai Kamu Tinggalkan Shalatmu, Jika Tidak Kamu Akan Menyesal

Walau sesibuk apapun dirimu, setenar apapun hidupmu, dan sedisiplan apapun waktu yang kau miliki dalam bekerja maka jangan pernah sekali-kali kamu tinggalkan shalatmu, karena jika tidak kamu akan menyesal kelak dikemudian hari.

Benar, gajimu berapa hingga kamu mau meninggalkan shalatmu?, ingat sebanyak apapun gaji yang kamu dapatkan, dan sebanyak apapun harta yang kamu miliki takkan bisa membeli satu-satunya yang paling berharga dalam hidupmu, yaitu “nyawa”. Maka pergunakanlah masa hidupmu untuk selalu mengingat Allah agar hidup yang kamu miliki bermakna.

Jadikanlah Shalatmu Sebuah Kebutuhan, Bukan Hanya Sekedar Menunaikan Kewajiban

Jadikanlah shalatmu kepada Allah bukan hanya sekedar menunaikan kewajiban semata, tapi jadikanlah shalatmu adalah sebuah kebutuhan yang memang benar-benar akan membuatmu tenang dalam menjalankan masa-masa hidupmu ketika didunia. Jadikanlah shalatmu sebagai pengendali segala sesuatu yang akan hadir dalam inci demi inci kehidupanmu.

Shalat Itu Pangkal Dari Amal Ibadah Yang Lainnya, Jika Shalatmu Terjaga Maka Ibadah Yang Lain Juga Akan Terjaga

Shalat adalah pangkal dari amal ibadah yang lainnya, jika shalatmu kamu jaga dengan baik maka ibadah yang lain akan juga terjaga sempurn. Tetapi ada sebagian orang yang mempermasalahkan sikap dan perilakunya belum juga terjaga, padahal ia sudah melakukan shalat.

Hey, ingat ya sekedar shalat dan menjaga shalat itu berbeda, jika orang mengerjakan shalat tapi sikap dan perilakunya masih amburadul, itu bukan karena shalatnya, tapi tanyakan pada orangnya apakah ketika shalat ia sudah hadirkan Allah dalam shalatnya?

Karena seseorang yang benar-benar menjaga keadaan shalatnya, maka Allah akan selalu menjaga keadaan hidupnya tanpa terkecuali. Maka jagalah shalatmu agar Allah senantiasa menjaga segala sesuatu yang hadir dalam hidupmu.

Senin, 24 Oktober 2016

Niat Datang Melamar, Malah Disuruh Nikah Langsung Oleh Ayah Calon Istrinya Dengan Akad Nikah Sangat Sederhana



Kisah ini dituturkan oleh seorang netizen Ali Irfan di laman faceboknya, berikut adalah kisah selengkapnya:

Niatnya Khitbah, Dapatnya Nikah

Kemarin, Minggu 23 Oktober 2016 saya menemani adik khitbah di Majalengka. Dua minggu sebelumnya telah melangsungkan proses taaruf. Prosesnya memang sedemikian singkat dan seakan dimudahkan jalan. Dalam hati saya berdoa semoga kelak dimudahkan pula proses pernikahannya. Saat itu terjadi percakapan singkat dengan adik saya.

“Sudah Rizal siapkan cincinnya?” tanya saya.

“Sudah, mas,” jawab Rizal.

Kamu sudah mantap?”

“Insya Allah mantap.”

“Kalau bisa setelah khitbah, jangan terlalu lama. Maksimal tiga bulan saja.”

“Insya Allah, mas.”

Untuk menyelenggarakan pernikahan, tiga bulan itu adalah waktu yang tidak terlalu cepat, juga tidak terlalu lama. Tapi kalau hanya mau nikah saja saat itu juga bisa asal memenuhi syarat kedua calon mempelai, wali, saksi, dan mahar, saat itu juga pun bisa langsung dinikahkan.

Sebagai anak pertama, saya berkesempatan menjadi wakil keluarga untuk menyampaikan maksud mulia ini. Saya sampaikan bahwa kedatangan dengan membawa serta keluarga utamanya adalah silaturahim sekaligus memperkenalkan keluarga. Kemudian saya sampaikan pula maksud kedatangan adalah mengkhitbah Umi Mukaromah untuk adik saya Ali Amrizal.

“Kamu sudah mantap?”

“Insya Allah mantap.”

“Kalau bisa setelah khitbah, jangan terlalu lama. Maksimal tiga bulan saja.”

“Insya Allah, mas.”

Untuk menyelenggarakan pernikahan, tiga bulan itu adalah waktu yang tidak terlalu cepat, juga tidak terlalu lama. Tapi kalau hanya mau nikah saja saat itu juga bisa asal memenuhi syarat kedua calon mempelai, wali, saksi, dan mahar, saat itu juga pun bisa langsung dinikahkan.

Sebagai anak pertama, saya berkesempatan menjadi wakil keluarga untuk menyampaikan maksud mulia ini. Saya sampaikan bahwa kedatangan dengan membawa serta keluarga utamanya adalah silaturahim sekaligus memperkenalkan keluarga. Kemudian saya sampaikan pula maksud kedatangan adalah mengkhitbah Umi Mukaromah untuk adik saya Ali Amrizal.

Dalam sejarah kehidupan saya, ini kali pertama saya melamarkan orang lain untuk dijadikan istri adik saya. Kalau menikahkan sudah pernah. Tepatnya menikahkan adik perempuan saya Nurmaulidianti. Meski sudah ada penghulu, saya sendiri yang menikahkan. Sudah seperti orang tua saja saya rupanya, hahaha….Setelah menyampaikan maksud kedatangan, sesuatu yang tidak kami duga itu terjadi. Kami diterima langsung oleh ayahnya. Ia menyampaikan jika sudah dilangsungkan prosesi taaruf, sudah saling mengenal, maka tak ada lagi penghalang untuk segera melangsungkan pernikahan. “Yang mau menikah keduanya sudah saling mengenal, wali sudah ada, saksi ada, kedua keluarga menyaksikan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak segera melangsungkan akad nikah.”


Alasan sang ayah di zaman sekarang tidak ada yang bisa menjamin isi hati seseorang. Kelihatannya terpisah oleh jarak, fisik bisa jadi tidak berhadapan, tapi siapa bisa menjamin bisa terjaga dari kemaksiatan. Baru lamaran dan belum halal, seolah telah memiliki segalanya. Demi menghindari fitnah yang demikian, sang ayah mengambil sebuah keputusan hebat sesuai syariat dengan langsung menikahkan putrinya saat dikhitbah.

Karena sudah mantap, adik saya pun, langsung mengiyakan. Akhirnya cincin yang sedianya akan dijadikan sebagai pengikat dalam prosesi khitbah, dijadikan mahar. Ditambah ada uang tunai tujuh ratus ribu sebagai tambahan mas kawin. Memang sama sekali tidak direncanakan. Betapa mudahnya Islam, sampai-sampai urusan mahar juga begitu dirmudahkan. Allhumma yassir, wala tu’assir.

Tak satu pun dari kami menduga bahwa ternyata hari itu langsung akad nikah! Jika ada yang mudah, kenapa harus dipersulit. Saya baru melihat bahwa ternyata proses pernikahan dalam Islam ternyata sesederhana ini. Haru sekaligus bahagia bersatu padu di hari bahagia itu.

Barakallah wa baraka alaikuma wajama’a bainakuma bikhoir. Semoga Allah memberkahi pernikahan kalian.