Rabu, 14 Maret 2018

Rekayasa Cinta



Waktu itu aku  masih sekolah menengah atas kelas tiga semester satu . Tepat nya di daerah Cariu – Bogor. Aku bertemu seorang yang bernama pak Ajay Sunjaya, beliau seorang yang sangat baik, bekerja sebagai tenaga pengajar di salah satu sekolah menengah pertama beliau juga seorang pengusaha dan pembisnis, aku dan beliau sering berpergian bersama karena hobi dan kegemaran kita sama membuat beliau merasa nyaman aku sebagai patnernya.
        Aku sering main kerumah beliau atas panggilan nya, untuk sekedar ngobrol-ngobrol dan makan bersama. Beliau sering bercerita tentang kegagalan nya di setiap memancing ikan, aku sering takhenti tertawa saat beliau bercerita, karena ada saja kejadian yang buat beliau terhambat dalam memancing yang sangat lucu. Setelah beberapa kali kerumah nya beliau memperkenalkan putrinya itu, yang bernama Maudi meilani dia perempuan yang cantik juga pandai memasak. Setiap aku kerumah beliau selalu dia yang memasak untuk kami semua. Waktu terus berlalu membuat diriku tak sadar, aku seakan jadi bagian dari keluarganya karena hampir setiap hari aku berada di rumah nya. Waktu itu aku tidak punya rasa ketertarikan terhadap nya karena rentan umur kita berdua yang lumayan jauh berbeda.
         Saat aku tidak berada di rumah nya, orang tua Maudi mengirim pesan singkat  kepadaku, yang berisi keluh kesah nya tentang siapa orang yang akan meneruskan bisnis dan usaha nya itu kelak, dia bingung harus mencari kemana lagi sedangkan anak beliau itu perempuan. Pada keesokan hari nya aku kerumah beliau dan membicarakan persoalan tersebut supaya beliau sedikit tenang.
        Dan pada suatu ketika entah di sengaja atau pun tidak di sengaja orang tua maudi sangatlah sulit untuk aku ajak ngobrol bersama lagi, setiap kali aku temui beliau selalu menghindar dan setiap kali aku berbicara selalu mengalihkan pembicaraan, beliau lebih sering menyarankan aku untuk bercakap-cakap dengan Maudi putrinya itu, beliau seperti mengarahkan aku untuk selalu menyempatkan waktu untuk berbicara dengan Maudi.
         Setelah begitu sering aku bertemu dengan Maudi mulai lah muncul rasa ketertarikan antara kami berdua, hari-hari kami lewati bersama dengan begitu bahagianya. Rasa ini terus aku tanamkan dalam diri ini dan terus aku sampaiakn lewat perhatian-perhatian yang aku berikan kepadanya. Dan pada suatu ketika aku pun merasa takut akan kehilangn dirinya, maka terucap lah ikrar janji yang kami sepakati bersama. Aku memutuskan untuk menjalin asmara dengan nya.                                            
       Waktu itu aku sangat bahagia sekali karena dia yang aku sayangi menerima cintaku ini , setiap pulang sekolah aku selalu menyempatkan waktu untuk bisa bertemu dengan Maudi  karena rasa rindu ini terus saja mendorong aku untuk bisa bercakap-cakap  dan bercanda tawa dengannya. Sering nya aku ke rumah maudi membuat ayah nya menyadari bahwa aku mempunyai hubungan dengan putrinya itu.
        Lima bulan aku menjalin hubungan dengan Maudi, dia termasuk orang yang sangat aku sayangi, tapi dua bulan berikut nya adalah masa-masa dimana konflik mulai muncul. Sikap Maudi mulai berubah semakin hari semakin tidak menentu membuat aku selalu terpancing akan amarah yang terus aku lontarkan kepada nya, untuk bisa bertemu  saja sangatlah susah. Dan di saat bisa bertemu pun Maudi selalu sengaja mendiamkan aku di ruang tamu atau di pinggir rumah nya itu, dia sendiri malah sering mengurung diri di kamar.
        Hal seperti ini sering Maudi lakukan kepada ku,membuat aku penasaran dengan apa yang di lakukan Maudi di kamar nya itu, suatu ketika aku mengintip apa yang di lakukan Maudi di kamar nya itu, aku melihat Maudi sedang asyik dengan Handpone  nya itu sambil tersenyum sendiri membuat aku semakin penasaran. Aku langsung berpura-pura mau pulang tapi aku tidak pulang aku mengintip di jendela kamar Maudi dan mendengarkan percakapan nya dengan seseorang karena pada saat itu ada yang sedang menelpon Maudi.
Ternyata orang yang menelpon Maudi itu seorang laki-laki yang entah tau siapa tapi dari pembicaraan nya dia seperti sudah kenal lama dan seperti orang yang memiliki hubungan yang spesial dengan nya. Aku masih bertoleransi kepada Maudi mungkin itu teman sekelas nya saja yang menelpon menanyakan mata pelajaran di sekolah.
        Semakin kesini sikap Maudi sekain membuat aku tidak nyaman karena kelakuan nya itu, waktu itu aku di rumah Maudi. Saat dia sedang keluar rumah dan Handpone  nya sedang di cas, Aku diam-diam melihat percakapan sms nya dan segala social media yang dia gunakan, setelah aku lihat semuanya sungguh sesuatu hal yang sangat mengecewakan kecurigaan-kecurigaan aku selama ini terjawab sudah, ternyata dia menghianati ku,  tanpa sepengetahuan ku dia sudah berpaling akan cinta nya yang dia berikan kepada ku.
        Waktu itu aku langsung pulang, dan berpamitan pada keluarga Maudi, air mata ini sudah di ujung bibir mata tapi masih aku tahan, di perjalanan pulang hujan deras pun mulai turun tapi aku terus melanjutkan perjalanan, rasa sedih ini terus saja menyelimuti ku, air hujan yang turun dari langit dan air mata ini yang tak henti-henti nya bercucuran menjadi satu dan menjadi bukti akan hati yang di hianati.
      Tiga hari telah berlalu tapi bayang-bayang akan peristiwa itu masih saja lekat di memori ingatan ini, sikap ku mulai berubah yang awal nya selalu tertawa kini jadi pendiam, pemurung dan pemarah.  Aku sering melamun hal-hal yang di luar angan-anagn kewajaran, aku berharap andai waktu bisa ku putar ulang kembali ke masa lalu  pasti akan ku perbaiki kesalahan-kesalahan ku tempo itu dan tidak akan ku jalin percintaan ini, sehingga tidak akan ada hati yang tersakiti oleh cinta yang di rekayasa seperti ini.
       Di setiap pelamunan ku, aku selalu memikirkan bagaimana caraanya agar Maudi bisa tertarik lagi pada ku, aku beranggapan segala cara akan ku lakukan untuk hal ini,tapi itu sangat tidak mungkin aku hanya manusia biasa yang lemah. Memang ini sudah rencana tuhan yang tak bisa ku ubah.
       Orang tua membiarkan ku seperti ini anggapan mereka aku sudah dewasa sehingga perhatian mereka berkurang dan mereka beranggapan diriku dapat menyelesaiakan segala bentuk permasalahan, hakim pengadilan tentang cinta tidak ada di negri ini, bahkan tuhan pun mentakdirkan ku seperti ini. Kemana lagi aku harus mengadu dan mencari kebenaran akan hal ini, jika memang seperti itu, akan ku cari keadilan yang bertentangan dengan kekuasaan mu.
        Hubungan ku dengan Maudi sudah tidak berjalan lagi, di penyesalan ku terhadap nya menghantar kan ku untuk kuliah di Bandung, agar jauh dengan nya supaya bisa ku lupakan tentang kenangan dan penghianatan nya terhadap diriku, disinilah aku mulai berproses bagaimana caranya diriku yang seperti ini menjadi seperti yang mereka idamkan.
       Aku tidak sepenuhnya menyalahkan Maudi, karena aku juga menyadari akan rentan umur yang berbeda jauh dan tingkat kedewasaan  di antara kita berdua. Mungkin dirikulah yang salah karena terlalu menyayangi orang yang tidak mau untuk di sayangi. Dalam dunia akademis perkuliahan, ku temukan  nilai – nilai yang tidak aku dapatkan selama ini, pertanyaan – pertanyaan yang selama ini aku simpan di hati kecil ku  terjawab sudah. Sekarang aku lebih tenang dengan keseharian ku yang seperti ini, tanpa hadirnya cinta yang belum saat nya tiba. Mungkin suatu saat nanti diriku akan lebih selektif dalam memilih cinta, bukan cinta yang memilih diriku.
     Itulah kisah diriku tentang kesesatan percintaan yang aku alami sebelum mengenal cinta yang sebenarnya. Memang cinta yang semu itu indah tapi tidak untuk bertahan lama,karena cinta yang di rekayasa tersebut tidak di ridhoi Allah Swt dan justru di benci-Nya.
     Marilah kita mulai lembaran baru, tidak ada kata terlambat dalam memulai sesuatu, buanglah perasaan kotor itu dan tinggalkanlah cinta semu yang anda jalani, buatlah hidup anda bermakna tanpa cinta yang masih samar dan hanya rekayasa belaka.

Wawancara tentang Dakwah



 DIKI WAHYUDI  
                                            Wawancara tentang Dakwah
                           Narasumber :  prof.Dr.H.Syukriadi Sambas, M.Si.




              Di indonesia kegiatan dakwah yaitu  secara pararel. Macam – macam kegiatan dakwah ada. Tapi paling dominan lebih banyak dakwah dalam bentuk tabligh. Tabligh juga turun dalam dua macan bentuk yaitu ta’lim kelompok – kelompok majelis ta’lim dan khitobah diniyah,Terus berjalan seperti khotbah jum’at termasuk dakwah. Tabligh untuk macam khitobah. Khitobah ta’siriyah berupa ceramah – ceramah keagamaan dalam event – event peringatan hari besar dalam event syukuran.
            Kemudian kegiatan dakwah dalam bentuk tabligh menggunakan media yang di sebut dengan I’lam { Al- I’lam }ini seperti di televisi kita saksikan walaupun durasi nya sangat terbatas, tapi ada . kemudian lewat Youtube,Facebook,whatsapp,instagram dan lain sebagai nya. Ada konten – konten dakwah. Sementara dakwah dalam bentuk lain yaitu bentuk organisasonal yaitu bentuk dakwah yang di lakukan oleh para organisasi ke sosial kemasyarakatan islam juga berjalan dalam bentuk da’I dan mad’u nya dalam bentuk organisasi masing – masing secara internal.
          Kemudian dakwah dalam bentuk bi- ahsani amal. Artinya dalam bentuk gerakan untuk mensolusi problem,nah ini masih sangat parsial belum menjadi gerakan lebih banyak secara kasuistik missal di daerah parung ada seorang habib,bagaimana menyelenggarakan penyampaian ajaran islam dalam bentuk pesantren sampai 6000 jamaah tapi tidak di pungut biaya, bayangkan bagaimana memberi makan nya dari mana. Habib mencari dana kesana kesini untuk membuat orang mengerti agama, nah itu termasuk penyediaan lahannya. penyediaan tenaganya untuk menyampaikan materi keislaman ,pendanaan termasuk dakwah bi-ahsani amal sedangkan dakwah pemberdayaan  ekonomi syariah itu juga termasuk kegiatan dalam dakwah tapi juga masih dalam bentuk yang masih parsial belum dalam bentuk gerakan yang masal.
           Dakwah dalam pengertian konseling islam itu secara sporadis yang di lakukan masing – masing individu yang di sebut ahli hikmah masih tetap berjalan. Bahkan juga sering menjadi rujukan dokter ketika dokter tidak bisa mendeteksi dan tidak bisa mendiagnosa penyakit apa yang di derita pasien itu juga banyak yang datang ke ahli hikmah secara individu dalam bentuk konsultasi solusi dan problem kesehatan.

Sabtu, 24 Februari 2018

Bisikan Langit



Bukti Allah Maha Kuasa adalah Dia tidak memaksa

Seorang direktur membuat peraturan kantor,jika bawahannya melanggar peraturan maka akan diberikan peringatan bahkan hukuman.Yang bertujuan dari peraturan tersebut untuk menjaga kedisiplinan yang akan berdampak positif pula pada kinerja karyawannya itu sendiri.Rasa perhatian seorang direktur terhadap karyawannya dituangkan dan dibuktikan adanya peraturan itu.Berbeda dengan renternir yang memberikan uang pinjaman untuk nasabahnya, antara jumlah uang yang dipinjam dengan mengembalikan uang pinjaman, itu tidak sesuai bahkan jauh drastis apa yang diberikan.Apalagi jika telat membayar akan dikenakan denda berlipat-lipat, dikejar dan dicari sampai ketemu nasabah yang menunggak, jika tidak bisa membayar pada waktu tempo yang ditentukan oleh pemberi pinjaman bisa-bisa barang kepunyaan nasabah tersebut diambil secara paksa karena dijadikan sebagai uang ganti telat bayar.
Dari kedua pernyataan tersebut,menurut anda siapa yang berkuasa tanpa memaksa ? Apa perbedaan dari keduanya ? Beralih dari pernyataan yang diatas kepada pernyataan Allah di dalam surah Al-Baqarah ayat 255-256  :
(255)            اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ   ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم (256)لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya : “tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (255) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
Dia mempunyai sifat-sifat sejati nya penguasa, mempunyai keagungan dan kesempurnaan yang tercermin dalam ayat tersebut, sering kita sebut dengan ayat kursi.Diantara sifat-sifat itu ialah Dia Maha Esa, Maha Hidup, Maha Mengurus makhluk-Nya, selalu terjaga dan tidak pernah mengantuk, tidak pernah tidur, kerajaan dan kepemilikan-Nya melputi seluruh langit dan bumi, tidak seorang pun bisa memberi pertolongan kepada yang lain kecuali atas izin-Nya, pengetahuan-Nya meliputi semua makhluk-Nya, tidak berat bagi-Nya menjaga langit dan bumi, dan Dia Yang Maha Luhur dan Agung tidak membutuhkan kepada yang lain.
Namun Allah memberikan pilihan kepada kita yang juga akan berdampak pula ke kita sendiri.Disediakan haq dan bahil, baik dan buruk, mulia dan hina,sengsara dan bahagia.Setiap apa yang kita lakukan dalam memilihnya pasti ada timbal balik kepada kita sendiri.Jika seseorang hamba memilih yang haq dia akan dibalasan sesuai apa yang dijanjikan.Dan jika memlih yang bathil pun dia akan dibalas sesuai apa yang dia kerjakan.

Rabu, 17 Januari 2018

BEGINI CARA ISLAM MEMPERLAKUKAN WANITA



Ratu. Siapa yang asing dengan sebutan itu. Ratu adalah seorang yang di muliakan oleh hamba dan para kawulanya. Wanita yang mampu membangun negara, memimpin rakyat dengan keadilan dan kebijaksanaan. Betapa agung sang ratu. Seseorang yang hendak bertemu haruslah berjalan dengan menundukan kepala berserta seluruh badannya, jika perlu mungkin dapat merangkak. Bahkan sebelum bertemu dengan sang ratu kawula harus menghadapi ajudan-ajudan yang menjaga singgasananya. Kemudian jika ada yang menghadap padanya jangan mimpi untuk sembarang duduk berdampingan dengannya, hanya sekedar bisa berjabat tangan dengannya? Aaah sungguh kemustahilan yang sangat nyata.


Begitu senangnya jadi ratu, hidup dalam Istana megah nan aman. Tidak perlu lagi bersusah payah dalam bekerja. Ratu mau apa, pelayan kerajaan sudah memenuhi keinginannya sebelum ratu meminta. Tugas Ratu hanya memimpin negrinya pun itu di dampingi penasehat kerajaan atau tidak melalui patihnya. Ratu tidak perlu terjun ke medan peperanagn. Karenanya nyawanya terlalu mahal dan berharga.

Harus hati-hati dengan sang ratu, barang tentu jika salah ucap atau salah perbuatan bala tentaranya akan langsung memerangi pemberontak untuk menjaga kehormatan ratu. Berbicara tentang kehormatan, gaun-gaun mahal yang menjuntai sengaja ratu pakai untuk menutupi keelokan tubuhnya yang sangat mahal.  Pakaiannya saja belum tentu rakyat biasa dapat dengan serupa menemukan bahan yang sama.
Lalu yang menjadi pertanyaan perempuan mana yang tidak ingin menjadi seperti sang ratu?
Engkau yang ditakdirkan sebagai wanita tak perlu bersedih dan bersusah payah melamun menjadi seperti ratu pada cerita dan dongeng-dongeng. Bahkan jauh dari ilusi yang manusia ciptakan. Islam telah memperlakukan setiap wanita menjadi seorang ratu. Karena termasuk kesempurnaan Islam bahwa Islam telah menggariskan untuk memuliakan, melindungi, dan memberikan kasih sayang kepada wanita dengan memperhatikan hak-haknya. Islam memperingatkan dengan keras agar tidak medzalimi apa lagi hingga menyakitinya.
Sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:


“Orang perempuan itu seperti tulang rusuk, bila kamu memaksa dalam meluruskanya maka berarti kamu menghancurkanya, dan bila kamu hanya ingin bersenang-senang denganya maka kamu bisa merasa puas tetapi ia akan tetap bengkok”

Dalam hadist tersebut intinya seorang laki-laki harus memperlakukan wanita (istri) dengan lemah lembut, sabar dan penuh kasih sayang karena Allah, dan tidak boleh dengan cara kekerasan, karena watak seorang wanita seperti tulang rusuk yang bengkok apabila dipaksa untuk di luruskan maka tulang rusuk yang bengkok akan hancur (ketika dalam rumah tangga hancur yang berarti cerai) begitu juga dengan wanita.


Dalam sebuah riwayat Rasulullah pernah memerintahkan seorang sahabat untuk memberikan hukuman pada seseorang yang telah melukai seorang wanita yang merupakan hamba sahaya. Islam pulalah yang pertama kali menjunjung martabat wanita, dengan menjadikan wanita sebagai manusia yang mempunyai kedudukan yang sama dengan laki-laki dalam setiap lini kehidupan, kecuali dengan tugas, kewajiban, tanggung jawab, yang sesesuai dengan fitrahnya seorang wanita.
Betapa pentingnya seorang wanita, sebab ia merupakan akar dari terbentuknya generasi Rabbani Islam. Ini merupakan bentuk penghargaan Islam yang di berikan pada wanita. Wanita menjadi pemimpin untuk anak-anaknya, dan sebagai manusia yang bertanggung jawab terhadap harta suaminya. Terkait masalah ekonomi, ia memiliki harta benda suaminya.

Begitulah Islam memuliakan wanita dengan cara memperlakukannya sebagaimana seorang kawula memperlakukan Ratunya. Ia adalah sosok ibu, saudara perempuan, anak perempuan, dan sorang istri yang harus selalu dihargai keberadaannya.