Rabu, 17 Januari 2018

BEGINI CARA ISLAM MEMPERLAKUKAN WANITA



Ratu. Siapa yang asing dengan sebutan itu. Ratu adalah seorang yang di muliakan oleh hamba dan para kawulanya. Wanita yang mampu membangun negara, memimpin rakyat dengan keadilan dan kebijaksanaan. Betapa agung sang ratu. Seseorang yang hendak bertemu haruslah berjalan dengan menundukan kepala berserta seluruh badannya, jika perlu mungkin dapat merangkak. Bahkan sebelum bertemu dengan sang ratu kawula harus menghadapi ajudan-ajudan yang menjaga singgasananya. Kemudian jika ada yang menghadap padanya jangan mimpi untuk sembarang duduk berdampingan dengannya, hanya sekedar bisa berjabat tangan dengannya? Aaah sungguh kemustahilan yang sangat nyata.


Begitu senangnya jadi ratu, hidup dalam Istana megah nan aman. Tidak perlu lagi bersusah payah dalam bekerja. Ratu mau apa, pelayan kerajaan sudah memenuhi keinginannya sebelum ratu meminta. Tugas Ratu hanya memimpin negrinya pun itu di dampingi penasehat kerajaan atau tidak melalui patihnya. Ratu tidak perlu terjun ke medan peperanagn. Karenanya nyawanya terlalu mahal dan berharga.

Harus hati-hati dengan sang ratu, barang tentu jika salah ucap atau salah perbuatan bala tentaranya akan langsung memerangi pemberontak untuk menjaga kehormatan ratu. Berbicara tentang kehormatan, gaun-gaun mahal yang menjuntai sengaja ratu pakai untuk menutupi keelokan tubuhnya yang sangat mahal.  Pakaiannya saja belum tentu rakyat biasa dapat dengan serupa menemukan bahan yang sama.
Lalu yang menjadi pertanyaan perempuan mana yang tidak ingin menjadi seperti sang ratu?
Engkau yang ditakdirkan sebagai wanita tak perlu bersedih dan bersusah payah melamun menjadi seperti ratu pada cerita dan dongeng-dongeng. Bahkan jauh dari ilusi yang manusia ciptakan. Islam telah memperlakukan setiap wanita menjadi seorang ratu. Karena termasuk kesempurnaan Islam bahwa Islam telah menggariskan untuk memuliakan, melindungi, dan memberikan kasih sayang kepada wanita dengan memperhatikan hak-haknya. Islam memperingatkan dengan keras agar tidak medzalimi apa lagi hingga menyakitinya.
Sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:


“Orang perempuan itu seperti tulang rusuk, bila kamu memaksa dalam meluruskanya maka berarti kamu menghancurkanya, dan bila kamu hanya ingin bersenang-senang denganya maka kamu bisa merasa puas tetapi ia akan tetap bengkok”

Dalam hadist tersebut intinya seorang laki-laki harus memperlakukan wanita (istri) dengan lemah lembut, sabar dan penuh kasih sayang karena Allah, dan tidak boleh dengan cara kekerasan, karena watak seorang wanita seperti tulang rusuk yang bengkok apabila dipaksa untuk di luruskan maka tulang rusuk yang bengkok akan hancur (ketika dalam rumah tangga hancur yang berarti cerai) begitu juga dengan wanita.


Dalam sebuah riwayat Rasulullah pernah memerintahkan seorang sahabat untuk memberikan hukuman pada seseorang yang telah melukai seorang wanita yang merupakan hamba sahaya. Islam pulalah yang pertama kali menjunjung martabat wanita, dengan menjadikan wanita sebagai manusia yang mempunyai kedudukan yang sama dengan laki-laki dalam setiap lini kehidupan, kecuali dengan tugas, kewajiban, tanggung jawab, yang sesesuai dengan fitrahnya seorang wanita.
Betapa pentingnya seorang wanita, sebab ia merupakan akar dari terbentuknya generasi Rabbani Islam. Ini merupakan bentuk penghargaan Islam yang di berikan pada wanita. Wanita menjadi pemimpin untuk anak-anaknya, dan sebagai manusia yang bertanggung jawab terhadap harta suaminya. Terkait masalah ekonomi, ia memiliki harta benda suaminya.

Begitulah Islam memuliakan wanita dengan cara memperlakukannya sebagaimana seorang kawula memperlakukan Ratunya. Ia adalah sosok ibu, saudara perempuan, anak perempuan, dan sorang istri yang harus selalu dihargai keberadaannya.

Kamis, 04 Januari 2018

Akal Berbicara (1)




Engkau

Keberadaan ku bermula dari  tidak ada
Lalu ada karena ada yang mengadakan
Keberadaan ku bermula dari lemah
Kemudian diberikan kekuatan 
Lalu,di lemahkan lagi oleh entah siapa 
Yang jelas Dia Sang Maha Kuat karena mampu melemahkan diriku kembali

Maka, sepatutnya kita ciptaan dari keadaan yang lemah sangat wajib meminta pertolongan kepada Yang Maha Kuat agar menjadi tidak lemah bukan berarti kuat.Hakikat ciptaan yang kuat itu tidak dilemahkan oleh Sang Maha Kuat.Wahai Tuanku Yang Maha Kuat, pinjamkanlah kekuatan-Mu agar diriku bisa mengukur seberapa lemah kah diriku ini..?

Dia pun berkasih sayang yang tak terbilang
belaskasih-Nya yang meluas dan kasih sayang-Nya yang mendalam
Membuktikan bahwa cinta-Nya terhadap ciptaan-Nya tak akan padam
Tapi,
Bagaimana untuk membalas cinta-Nya? Mengapa sulit untuk meraih cinta-Nya?
Apa yang membuat Dia pun mencintai?

Sesungguhnya Dia mencintai orang yang suci dan bertobat, dengan cara terus belajar mengenal-Nya sehingga bisa melakukan pengabdian yang ihsan kepada-Nya. Itulah sesuatu yang Dia cintai.

Sadarkan keberadaanmu dengan yakin, gunakan kekuatanmu atas dasar cinta, dan cintailah orang-orang yang mencintai-Nya dan Dia pun mencintai mereka.

Sekian....







Rabu, 03 Januari 2018

TERNYATA INI 7 KEBIASAAN ORANG SUKSES YANG BISA KAMU TIRU

TERNYATA INI 7 KEBIASAAN ORANG SUKSES YANG BISA KAMU TIRU


Pada tulisan kali ini saya akan sedikit membagikan tentang 7 kebiasaan orang sukses yang bisa kamu tiru dikehidupan sehari-hari tentunya. Sering kita mendengar dan melihat kehidupan dan kisah orang-orang sukses diluaran sana, terbersit dalam hati setiap manusia pasti ingin seperti mereka yang sering bersua diatas mimbar, muncul di layar televisi menyampaikan pidato-pidato hebat, atau bakan mengetahui kisah para pengusaha yang telah melambung tinggi  pada omsetnya. Tentunya kesuksesan yang mereka dapatkan tidak seperti orang yang membalikan telapak tangan. Agar menjadi yang kau sebut sukses mereka harus melewati berbagai tantangan dan proses yang tidak bisa dikatakan sebentar dan mudah. Tidak ada kesuksesan yang bisa di pesan sebelum kita dilahirkan ke bumi oleh orang tua kita. Kesuksesan apapun itu menurutmu haruslah diperoleh oleh kerjakeras dan kedisiplinan tentunya. Bahkan mulailah dari kebiasaan kecil yang mungkin tidak diketahui bahwa sesungguhnya kebiasaan itu akan membawa dampak dan perubahan yang besar terhadap kemajuan dan kesuksesan seseorang.
Orang-orang yang sukses merupakan manusia biasa seperti manusia yang lainnya. Yang membedakannya adalah melakukan kebiasaan yang tidak dilakukan oleh orang lain pada kebanyakannya. Inilah yang bias membuat manusia seperti mereka di sebut sebagai orang yang sukses. Sebagian dari mereka memiliki kebiasaan yang mungkin bias kamu tiru supaya bias mengikuti jejaknya menjadi orang sukses.
1. Bangun tidur lebih awal
Kebiasaan orang sukses ialah menggunakan sebagian waktu tidurnya untuk bersiap-siap dalam menyambut hari baru dengan berlatih. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh seorang penulis bernama Corley bahwa 44% orang sukses bangun 3 jam sebelum segala pekerjaannya dimulai. Hal ini dilakukan agar kesempatan untuk bersiap-siap lebih banyak. Orang yang bercita-cita sebagi penyanyi misalnya, ia bisa mengolah suara sebelum aktivitas pekerjaannya dimulai dan seperti seorang yang berkehendak menjadi penulis, ia dapat menggunakan waktu yang lumayan panjang di setiap harinya untuk dapat berlatih menulis.
            Dimulai dari kebiasaan kecil ini, bisa ditiru jika kamu ingin sukses. Lagi pula tidak ada salahnya bangun tidur lebih pagi. Kau akan menemukan banyak manfaat dan keuntungan. Kau jadi tidak terburu-buru untuk bisa pergi ke kampus atau ke tempat kerjamu. Makanya dari sekarang jangan malas untuk bangun pagi!


 2. Mempunyai Tujuan yang Jelas
Jika otakmu di penuhi dengan memikirkan liburan yang tak kunjung tiba, bersiaplah kau akan tertinggal jauh dan kalah dari kompetisi. Orang sukses tidak memikirkan berapa lama ia bekerja hari ini, akan tetapi orang sukses memikirkan bagaimana membuat kehidupannya prosuktif disetiap harinya atau bahkan memikirkan bagaimana menyelesaikan berbagai macam pekerjaan yangmenunggunya hari ini. yang dilakukan hari ini, semuanya telah diatur pada hari-hari sebelumnya, ini membuat mereka mempunyai tujuan yang jelas akan pekerjaan yang mereka lakukan apa setelahnya.
Membuat target harian tidak bisa dianggap sepele, membuat target harian haruslah dilakukan supaya kamu mendapat motivasi dan mempunyai target tujuan yang jelas, kemana kamu akan menuju dan dateline yang menentu yaitu kapan pekerjaanmu akan selesai?

3.       Tidak pernah berhenti belajar
ciri khas yang selalu menempel dalam pemikiran orang-orang sukses adalah keinginan untuk belajar. Belajar disini bukan hanya sekedar dalam urusan akdemik. Belajar bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dan dengan siapa saja. Hal baru tentunya tersedia di segala tempat, bisa di kantor, lingkungan sekitar, bahkan jika kau peka kau bisa mengambil pelajaran di dapurmu sendiri.
Semakin banyak mengambil pelajaran dalam setiap kejadian yang dialami, maka kau akan semakin peka, semakin pintar dan wawasan akan semakin bertambah. Dengan hal itu tidak menutuh hal kau dapat melakukan berbagai hal yang kau suka.


4.       Menjaga Kesehatan Jasmani dan Rahani
Untuk mencapai tujuan yang di cita-citakan tentulah harus memiliki jasmani yang bugar agar dapat bekerja seca efisien dan optimal. Yaitu bisa dilakukan dengan cara mengonsomsi makanan yang sehat dan halal, berolah raga, melaksanakan saum sunanah, serta menghindari kebiasaan yang bermalas-malasan. Disamping itu jasmani yang kuat tidak berarti apa-apa jika rohani seseorang lemah, oleh karena itu orang yang sukses akan selalu mendekatkan diri pada Tuhan dengan cara rajin beribadah dan berdo’a. Sering shalat tahajud dan rajin bersedekah.


5.       Mencintai Budaya Literasi
Orang yang sukses tidak hanya mengkonsumsi makanan yang sehat, tetepi merekapun sering lapar akan ilmu pengetahuan dan informasi untuk dipikirannya. Bahkan sumber bacaan yang mereka baca tentunya menjadi bahan pelajaran dan sumber inspirasi yang hebat.


6.       Memperluas jaringan Sosial
Kebiasaan yang satu ini biasanya selalu di bilang sebagai pekerjaan yang membuang-buang waktu, orang yang sukses tidak akan memimiliki pemikiran seperti itu. Justru dengan memperbanyak jaringan sosial akan menambah kemudahan dalam meraih kesuksesan. Buktinya saja seorang pebisnis hanya akan bermitra dengan orang kepercayaannya, maka jadilah kau seorang yang jujur dan mempunyai daya relasi yang tinggi dengan cara bersilaturahmi.

7.       Menghargai Waktu

Sangat mudah sekali tergoda dan lupa waktu dengan dunia sehingga lebih senang bermalas-malasan di dunia media sosial. Hal ini tidak akan terjadi kepada orang yang bijak sana dalam menggunakan waktu. Orang yang hidupnya sukses mereka menghargai waktu Waktu sesempit apapun. Orang yang bijak terhadap waktu mereka paham betul bahwa waktu selamanya tidak akan pernah kembali barang sedetik pun. Mereka akan merasa gusar jika satu hari yang mereka pakai digunakan secara tidak produktif. Oleh karena itu orang-orang yang sukses akan mengisi waktu luang mereka dengan hal-hal positif, yang mampun membantu hidup mereka menjadi semakin lebih berarti.
x

Rabu, 04 Oktober 2017

Falsafah Hidup Rasulullah

   








        Segala puji serta syukur kepada Allah SWT ,seindah-indahnya perkataan ataupun pembicaraan di awali dengan pujian dan pengagungan kepada Sang Maha Pencipta. Berbicara tentang keagungannya, kegagahannya, dan keindahannya yang tak tertandingi dari siapapun. Shalawat serta salam  terucapkan penuh dengan khidmat dan rindu pada Baginda Alam Nabi Besar Muhammad SAW beserta para keluarganya,sahabatnya,dan kita selaku umat yang selalu merindukan perjumpaan dengan beliau baik secara dzahir ataupun batin. 

       Dalam kesempatan ini,akan ditulis beberapa pokok penting dalam di kehidupan Rasululah SAW.Sempat merenung sejenak setelah sedikit demi sedikit mengetahui sejarah nya Rasulullah SAW. Dalam renungan itupun muncul beberapa pertanyaan, bagaimana Rasulullah SAW begitu kokoh akidah dalam dakwahnya ditengah keadaan bangsa Arab yang masih jauh dari kebenaran? Begitu tenang dalam menghadapi ummat nya yang hanya bisa menolak dan mencaci maki beliau? Dan begitu semangat nya beliau dalam beribadah, padahal tapak jejaknya Rasulullah SAW sudah ada di syurga sana? Oleh karena itu, dalam tulisan ini saya mengajak kepada para pembaca untuk saling mentadaburi sejarah perjuangan beliau dalam menyampaikan risalah yang agung ini.

      Dari tiga pertanyan tersebut yang mengarah nya yakni pada cara hidup nya Rasulullah SAW. Ternyata Rasulullah SAW mempunyai tiga falsafah hidup yang ia tentukan dan dipegang erat falsafah hidupnya tersebut. Mengapa saya ingin mengajak mentadaburi bersama-sama, karena ini hanya lah yang saya tahu dan sedikit sekali yang saya dapat dari begitu banyak hikmah yang bisa kita ambil.

       Falsafah hidupnya Rasulullah SAW yang pertama, Nabi mengetahui bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara maka pandangan Rasulullah SAW kepada dunia itu seperti halnya tempat persinggahan. Dimana ada tempat singgah maka ada tempat terakhir yang harus dituju. Perumpamaan nya seorang musafir yang meneduh di pohon beringin besar ditengah perjalanan nya yang begitu melelahkan dan cuaca yang panas pula. Atau ketika kita mudik ke kampung halaman pun dalam perjalanan jauh itu kita selalu mampir ke tempat peristirahatan seperti rest area, terminal, stasiun, atau masjid. Apa bukti kalau memang dunia itu tempat persinggahan dilatarbelakangi waktu yang sementara ?  Terkadang kita merasakan senang tiba-tiba sedih, terkadang pula kita sakit dan merasakan hidup sehat, kejayaan dengan kemunduran, kekayaan dengan kemiskinan, semua itu membuktikan bahwa keadaan yang tidak menetap itu sementara hukumnya. Yang disesalkan oleh saya pribadi karena saya terlalu tergiur dengan kefanaan , selalu meremehkan potensi yang diberikan oleh Allah itu untuk dipergunakan sebaik-baik munkgin dalam koridor ajaran-ajaranNya berdampak hidup saya yang kurang bersyukur.Semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya dan keluarga saya , dijauhi dari sifat kufur yang dibenci oleh Allah SWT.

      Falsafah hidup yang kedua, Rasulullah SAW meyakini bahwa ada sebuah kehidupan yang memang kita hidup di kehidupan tersebut yang bersifat kekal seperti yang sudah di paparkan sebelumnya. Tempat yang kekal dan kehidupan sebenar-benarnya ialah akhirat. Rasulullah begitu yakin sekali kita semua akan berada di alam sana. Hanya , pintar nya Rasulullah SAW yaitu menjadikan kehidupan dunia itu sebagai ajang pembekalan yang akan nanti dibawa ke kehidupan abadi. Disana kita akan berjumpa pada zat Yang Maha Suci dan bertemu sosok yang tergambar dari hasil prilaku dan usaha kita di kehidupan dunia. Segala perbuatan di kehidupan akhirat akan diminta pertanggung-jawabannya baik umurnya,hartanya,ilmunya dan amal-amalnya.

      Falsafah hidup yang ketiga, bahwasanya kebahagiaan Rasulullah SAW bukan terletak pada harta atau tahta. Kebahagiaan yang beliau lihat bukan secara lahiriyah melainkan dirasakan secara bathiniyah. Kebahagiaan yang beliau rasakan begitu dekat, selalu bersemayam ketenangan di dalam kehidupan nya. Kebahagiaan menurut kita di zaman sekarang itu karena harta melimpah ruah, tahta tinggi yang ingin dikuasai. Tapi kita lupa dan terlena dari semua itu, yang sebenarnya Islam mengajarkan untuk bahagia bersama Tuhan bukan senang bersama makhluk Tuhan. Maka letak kebahagiaan Rasulullah SAW yang membuahkan pada ketenangan,ketentramannya yaitu ketakwaan dalam diri dan keimanan dalam hati.









Pemuda Ruh Peradaban Bangsa





Wahai pemuda-pemudi Bangsa Indonesia
Bangunlah dari ketidak-tahuanmu
Bangkitlah dari keterpurukanmu
Bergegaslah dari kelalaian mu
Dan berjuanglah demi menjaga kehormatan Tanah Air Mu .

Wahai pemuda yang ingin dirindukan insan yang mulia
Setiap alur kehidupan manusia di dunia fana
Akan di berikan sebuah kekuatan diantara dua kelemahan
Kekuatan yang suatu saat nanti akan dipertanggungjawabkan
Dan kelemahan yang penuh dengan keterbatasan tanpa kita ketahui, pasti dirasakan.

Esensi perubahan Bangsa
     Bangsa Indonesia merupakan wilayah yang cukup lama di monopoli oleh bangsa sekutu dunia karena kekayaan alamnya yang sungguh melimpah bagaikan surga dunia yang tiada tara.Berbagai alam bahari yang terbentang luas dan berisi akan sesuatu yang tidak ada habisnya.Wilayah yang terletak  tepat pada garis khatulistiwa yang memberikan tanda bahwa wilayah yang subur alam kehidupan nya dan tak akan pernah terkubur kekayaan nya.Para penjajah yang bersikeras ingin sekali menguasai wilayah nusantara ini karena keadaan dan letak wilayah yang strategis dibuktikan oleh kekayaan alam yang melimpah.Akan tetapi semua usaha para penjajah terpental jauh sampai terbirit-birit pergi dari Indonesia berkat pengorbanan darah suci para generasi ibu pertiwi yang berjuang mempertahankan Negeri.Sejarah Indonesia tak luput dari peristiwa Sumpah Pemuda,yang mana pada saat genting nya keadaan Nusantara,carut marut nya para penguasa,terbelenggu nya kebebasan bangsa, hanya Pemuda yang bisa merubah semuanya.Mereka mempunyai kekuasaan dilawan dengan kemauan,mereka mempunyai senjata dilawan dengan semangat baja,mereka mempunyai amunisi dilawan dengan berani.Pada saat itu pula para pemuda dijadikan sebagai komponen utama dalam perubahan Bangsa.Yang pada hakikatnya bahwa semangat bersatu dan menyatukan adalah pondasi kebebasan ,berani mengorbankan jiwa dan raga hanya untuk mempertahankan keutuhan Bangsa merupakan pagar kesejahteraan, dan pergerakan pemuda Bangsa adalah ruhnya dari perubahan.Oleh karena itu bangunlah,bangkitlah,bergegaslah,dan berjuang lah!
     Telah dilukiskan dalam pidato Amir Syarifuddin pada Kongres Pemuda beliau berkata, “ Hai pemuda,jika kamu memegang bedil di tanganmu kanan,haruslah kamu memegang palu di tanganmu kiri.Dan jika kamu memegang pedangmu ditangan kanan,peganglah arit di tanganmu kiri!”.

Kondisi saat ini waktu bukan sebagai kawan atau lawan
     Semua orang memiliki jangka rotasi kehidupan yang sama mulai dari detik,menit,bulan, dan tahun yang tidak ada perbedaan dalam jangka waktunya.Hanya ada masa lampau dan masa yang akan datang dalam menjalani kehidupan ini.Masa usia di kala muda merupakan fase yang paling berharga dan waktu yang cemerlang dalam mengasah,mengolah potensi yang ada dalam dirinya.Akan tetapi di saat ini kondisi para pemuda Bangsa sungguh memprihatinkan.Mengapa? Dalam sebuah hasil pengamatan yang mendasari bahwa perhatian Remaja Indonesia terhadap masalah waktu terluang kurang,terbukti dari hasil angket prosentase tertinggi tidak lebih dari 71,58% dan pada penilaiannya para pemuda belum bisa memanfaatkan waktu terluangnya.
“Masa ibarat mata pedang,sekiranya kamu tidak memotongnya,niscaya ia memotong kamu”
Resiko jika waktu menjadi lawan
     Pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang selalu bergerak,berinteraksi,berpikir, dan mencari.Adapun waktu merupakan sebuah anugerah yang telah Allah berikan kepada kita agar senantiasa bisa memanfaatkan anugerah tersebut untuk dijadikan hanya sebagai pengabdian bukan pengingkaran.Masa itu bisa menjadi lawan jika kita tidak bersikap sebagai kawan.Jika waktu mu banyak yang terbuang ,maka manfaatkanlah.Jika waktu mu penuh dengan kesibukan,maka sibukkanlah dalam kebaikan.Jika waktu mu disibukkan dalam kebaikan maka Sang pemberi Anugerah akan melimpahkan kebaikan yang tak terduga bukti bahwa kita ingin menjadikan waktu itu sebagai teman.Jika waktu mu banyak yang terbuang dan tidak digunakan maka penyesalan yang akan mengampirimu,jika waktu mu tidak disibukkan dengan kebaikan maka kebathilan lah yang akan menyibukkanmu, dan jika kebathilan yang menyibukkanmu maka pintu kehinaan dan hawa nafsu lah yang akan menguasai mu.Sebagaimana perkataan dari Khallifah Umar ibn Khattab, “ Aku sangat tidak suka melihat orang yang menganggur,tidak bekerja untuk dunia dan tidak berusaha untuk akhirat! “
“ Barang siapa yang hari ini seperti hari kemarin ia adalah orang tertipu dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin ia adalah orang tercela”












Sabtu, 23 September 2017

TAHAN BANTING



TAHAN BANTING


Kebanyakan dari manusia ketika tertimpa kemalangan, kesusahan, atau musibah dalam bentuk kesengsaraan, mereka akan merasa makhluk yang paling menyedihkan di dunia. Mematung berdiam diri, meratap, menyalahkan siapapun dan apapun dalam benak mereka, tak terbilang juga yang mengakhiri nyawa, mereka kira urusan akan berakhir pada kematian, konyol.


Mereka selalu menonggak ke atas, seakan leher mereka terbuat dari beton baja tidak mengalihkan pandangan dari aurora kehidupan orang lain yang menurut versinya itulah kehidupan yang mereka inginkan. Mereka selalu kagum melihat orang-orang hebat memberikan pidato, seminar, simposium, dan lain halnya. Mereka terus bermimpi, menyulam mimpi dalam tidur yang nyenyak tanpa merasa perlu melek dan bangun untuk mewujudkan mimpi itu.


Banyak kalimat motivasi membesarkan hati memenuhi status-status quotes media sosial, mereka hanya sibuk membaca, merasa tergugah seketika, kemudian menyampaikannya kepada yang lain, menunjukan sisi bijaknya dalam mendapatkan citra di hadapan manusia. Tapi nol mereka dapatkan, zonk! Mereka sama sekali tidak melakukan tindakan nyata sebagai wujud tergugahnya hati mereka. Nihil.


Ketika kita melihat seseorang gagah berdiri mentereng dikenal setiap lapisan sosial, melihat betapa tangguhnya ia, betapa beruntungnya ia, betapa takdir berbaik hati padanya. Jangan melihat itu semua sekarang saat ia berdiri kokoh dalam pijakan, tapi tanyakanlah berapa ribu rintangan yang menghadangnya dalam perjalanan, berapa kali ia harus terpuruk dalam dinginnya tangan takdir yang sama sekali tidak pernah dan tidak akan bertanya bagaimana perasaannya saat ia terjerembab jatuh kedalam dasar kenistaan.


Tujuh miliyar penduduk planet bumi galaksi bima sakti ini semuanya dari ayah Adam yang sama, Ibu Hawa yang satu. Mereka memiliki bekal potensi yang juga sama, mereka sama-sama tidak mengetahui sesuatu pun sejak oksigen pertama dihirupnya, jika masih ragu silahkan buka kitab suci yang tidak ada keraguan di dalamnya (QS. Al-Baqarah [2]: 2), buka adz-Dzikru tersebut tepat pada surat ke-16, an-Nahl ayat 78. Berikut terjemah yang dapat dipahami, mudah-mudahan tidak menyalahi arti sesungguhnya. “Dan Allah mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahu sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.”


Proses kehidupan yang mereka jalani yang akan membedakan mereka, nilai mereka akan berbeda satu sama lain tergantung pada kualitas diri mereka yang ditempa dengan berbagai ujian dan cobaan. Ada diantaranya yang sukses menghadapi tempaan hidup, pun banyak diantara mereka hanya mengantongi nilai rendah. Tempaan mereka tak ubahnya seperti dua karbon yang terpaut jauh dalam nilai dan kualitas. Keduanya kita kenal dengan nama berlian dan arang.


Berlian, benda yang satu ini menjadi dambaan banyak kalangan, tidak hanya kaum Hawa yang identik dengan keindahan, kaum Adam pun tidak ketinggalan. Kilaunya yang mengagumkan dapat menyihir setia pasang mata yang memandangnya. Ia menjadi brand dari strata teratas dalam interaksi sosial manusia. Alat pahatnya pun tidak sembarangan, gergajinya sangat khusus, pengrajinnya memperlakukan ia seperti ratu, takut sekali terkena debu, tempat ia bertahta pun dibuat sedemikian rupa nyamannya dibingkai indah etalase kaca menawan penglihatan, kokohnya nyata terlihat.


Mari lihat karbon yang satunya. Ia terlihat legam, si punya meletakkannya diatas tanah tanpa alas, tempatnya berada sama hitam dengan dirinya, jangan tanya bagaimana perlakuan manusia terhadapnya terinjak pun ia tak apa dan dilewatkan begiu saja. Bentuknya tidak beraturan, jauh dari kata kokoh, ia rapuh. Nilainya dapat terlihat sendiri dari kualitasnya.


Berlian, tidak sim salabim memikat hati dengan nilai dan kualitas tinggi. Kokohnya ia tidak lain didapatkan dari tempaan temperatur tinggi, tekanan eksrim, dan  dengan waktu yang tidak sebentar lama sekali proses tersebut berlangsung. Beda halnya dengan rapuhnya arang, ia dihasilkan dari temperatur rendah, tekanan seadanya, dan waktu yang terbilang singkat tidak memerlukan waktu lama.


Begitupun manusia. Allah sang Maha Raja dari raja-raja mustahil menempatkan berlian pada posisi arang atau sebaliknya menempatkan arang pada posisi berlian. Ketika datang ujian dari Allah, sejatinya itu adalah temperatur tinggi serta tekanan ekstrim yang terjadi dalam waktu yang tidak singkat. Jika manusia dapat melalui proses tersebut ia akan menjadi berlain, jika ia menyerah lalu keluar menginggaki ujian tersebut akan menjadi kabon kedua yaitu arang.


Sejatinya diri kita bukan milik kita, Allah adalah pemilik jiwa raga segala yang ada di alam raya. Dia tahu kadar kemampuan dari setiap makhluk ciptaan-Nya, mustahil bagi-Nya melakukan kesalahan membebani makhluk dengan beban yang tidak mampu ditanggungnya. Jelas kiranya dalam QS. al-Baqarah [2]: 286 Allah menegaskan bahwa Dia tidak akan menimpakan sesuatu kepada hambanya diluar batas kemampuannya. Janji Allah adalah sebenar-benarnya janji.


Tidak usah risau menjalani sukarnya belukar hidup yang terhampar. Tidak perlu repot-repot memikirkan bagaimana caranya untuk menjadi seperti orang lain. Cukup tenang, terima dengan lapang, dan jalani setiap proses tempaan hidup, kemudia bersyukur atas setiap nafas yang dapat dihembuskan. Jadilah berlian, jangan lari dari kenyataan yang akan menjadikanmu sebagai arang.


Tidak perlu juga merasa menjadi makhluk paling mengenaskan di dunia, berhenti menonggak gemintang yang berkilauan. Lihatlah betapa beruntungnya dirimu meski itu dalam keadaan yang sangat menyesakan. Tundukan kepalamu, lebih banyak orang dengan nasib dan tempaan yang lebih berat darimu, mereka tidak leluasa mengambil oksigen gratis yang ada di bumi karena sesaknya paru kehidupan mereka. Pengemban risalah mulia, Rasul saw. begitu bijak bersabda tentang larangan bagi pengikutnya untuk melihat kehidupan yang ada di atas yang akan menyebabkannya ingkar terhadap karunia Allah, yang tidak lain memerintahkan untuk melihat kehidupan yang berada di bawah dengannya rasa syukur dan kepedulian akan menyeruak sebagai kualitas pribadi hamba-Nya.

Note: adz-Dzikru adalah nama lain dari al-Quran, dikatakan demikian (adz-Dzikru, yang memberikan peringatan) karena memang al-Quran adalah pemberi peringatan bagi yang membacanya agar senantiasa mingingat-Nya selama menjalani kehidupan di dunia fana.


Oleh: Adetia Siti Nurmalulloh

PRIBADI BARU


PRIBADI BARU


Sekilas tak ada bedanya aku dengan mereka, tapi jelas aku berbeda diantara mereka. Secara psikologis kebanyakan orang tidak senang dibandingkan dengan yang lainnya, begitupun aku. Aku menyakini setiap orang adalah pribadi yang unik yang tidak sama satu dan lainnya. Tapi aku tidak bisa lantang mengutarakan pikiranku kepada ayah-ibu yang terkadang lupa membandingkanku dengan yang lain. Aku tahu tidak seharusnya begitu, tapi dengan segala hormat aku menerima itu semua, keduanya hanya ingin menyemangatiku, tak ada yang salah akan hal itu.
Dalam setiap kehidudupan banyak sekali peristiwa yang besebrangan dengan keinginan. Bukankah itu lebih baik daripada semuanya berjalan sesuai apa yang kita inginkan? Betapa membosankan ketika itu terjadi, tidak akan ada yang tahu bagaimana indahnya seni fighting, motivasi, problem soulving, juga konseling.
Jikalah kita bersedia melihat segala hal dari sisi yang berbeda, dari sudut pandang sebaliknya, serta pendirian yang anti mainstream. Sebagai contoh, apa yang dirasakan ketika belum mecapai apa yang kita usaha? Atau ungkapan yang lebih sadis, bagaimana rasanya jika kita gagal ditengah jalan? Jangankan melihat hasil akhir dari perjalan, sampai pada perbatasannyapun tidak. Sakit memang.
Apa yang bisa kita lakukan. Mengumpat nasib? Menghancurkannya kemudian lari? Menyalahkan orang lain? Atau terpuruk meratap masa depan yang menjadi suram? Itu semua mudah dilakukan tapi percalah, dengan berbuat demikian tidak akan mengembalikan harapan kita. Apalagi ketika kita berpangku tangan, lengkap sudah detail sebagai pecundang kehidupan.
Ketahuilah, takdir tidak akan mengiba siapapun di dunia ini. Betapapun kita mengumpatnya, mengeluarkan sumpah serapah tiada henti takdir tidak akan berbalik bahkan menengok pun tidak. Itu hanya akan menunjukan betapa sampahnya hidup kita dengan semua cerecau menjijikan mengotori lisan. Atau ketika kita merasa kesal lantas menghancurkan harapan kita tanpa bentuk lantas lari meninggalkan kenyataan tidak akan mengubah apapun, bahkan sebelum benar-benar menghancurkannya kita akan lebih dulu hancur dengan pil pahit yang dibawanya. Percuma juga ketika lari meninggalkannya secepat pemegang rekor lari tercepat di dunia, kegagalan kita akan tetap menjadi bagian dari kehidupan, tidak akan ada yang berubah. Wah jangan terlintas sedikitpun untuk menyalahkan orang lain dalam kegagalan yang kita temukan, itu hanya akan memperjelas di minus sekian nilai diri kita. Terpuruk? Katakan tidak! Untuk apa meratapi itu dengan tatapan nanar menerawang di dalam bilik kamar bergelung selimut meringkuk di atas dipan, kita hanya akan terlihat seperti pesakitan yang kehilangan jiwa.
Sedih wajar, menangis juga sehat, marah tak ada salahnya. Tapi kehidupan tidak akan berbaik dengan sendirinya, saatnya kita bangkit kembali berusaha demi simpul senyum melihat matahari terbit esok lusa dengan gemilang ada dalam genggaman. Siapa yang dapat melakukan itu? Kita. Kapan kita akan bermetamorfosis dari menjiikan menjadi indah tak berbilang? Saat ini juga. Dimana kita memulai perubahan itu semua? Mulailah dimanapun sekarang kita berada.
Jauh sebelum ditemukannya istilah seni memotivasi diri, training bagaimana mencapai sukses setelah jongkok, konseling bagaimana cara berlari setelah merangkak, Tuhan yang Maha Esa menyampaikan kalam-Nya melalui utusan mulia salallahu ‘alaihi wasallam. Gengs, sudahkah kalian tahu itu? Untaian indah kalimatnya akan membawa kita pada point of view yang berbeda, padangan yang menentramkan jiwa yang gersang. Ungkapan tersebut ada dalam manual book kita sebagai orang yang mengaku muslim tepatnya dalam Quran surat ar-Rad ayat 11, berikut terjemah ayat tersebut, mudah-mudahan tidak menyalahi dan mengurangi sedikitpun hikmah dari firman-Nya. “... Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri ...
Itulah hal hebat yang mampu kita lakukan, mengubah alur kehidupan titipan ini. Tidak mesti kita bertransformasi dalam sekejap, mulailah dari mengubah point of view kita tentang hidup dan kehidupan. Kita hanya perlu membalik sedikit sisi hati kita, ketika kecewa kita dapat menerima, ketika getir kita mampu tersenyum manis, saat kenyataan pahit tertelan anggaplah itu obat mujarab yang mengobati sakit kita, saat semua seolah tidak berpihak kepada kita disanalah akan kita dapatkan kemandirian.
Terlebih dari itu semua, hal menakjubkan yang dapat kita lakukan untuk mengubah total segala yang kita alami adalah berysukur. Mudah memang mengatakannya, tapi tidak demikian ketika akan menjalankannya. Lantas bagaimana kita bisa bersyukur? Ya mulailah, tidak ada jalan lain selain memulainya. Ingin tahu ada apa dengan syukur? Allah dengan jelas menyatakan dalam al-Huda surat Ibrahim ayat 7. Kurang lebih berikut terjemah yang akan disajikan, mudah-mudahan tidak jauh dari maksud ayat tersebut. “... Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti adzab-Ku sangat berat.”
Betapa kerennya bersyukur, ketika kita melakukannya Allah dengan tegas menyatakan akan menambahkan nikmat yang telah kita peroleh. Jangan sampai kita tergolong orang yang ingkar nikmat-Nya, rugi dua kali tuh, udah gagal terancam adzab pula. Naudzubillah, serem. Syukuri kegagalan yang kita alami, itu akan lebih menguntungkan, nikmat yang kita peroleh jelas bertambah. Apanya yang nikmat jika kita gagal? Tentu saja nikmat ketika kita berproses membangun kesuksesan berikutnya, indah bukan? Pasti.
Kembali lagi pada proses berubah, bukan berubah seperti power rangers menjadi merah, kuning, biru, hijau, pink, putih, hitam dengan kekuatan masing-masing yang berbeda, tapi kita berubah menjadi pribadi baru dengan pemahaman yang kokoh. Mungkin sempat mampir di telinga pertanyaan orang yang putus asa, jika Allah Maha Pengasih dan Penyayang kenapa pula Dia membiarkan hambanyanya berada dalam kesulitan? Come on! Singkirkan jauh-jauh jangan sampai terngiang dalam ingatan, kunci rapat-rapat setiap pintu yang akan membisikan kembali pertanyaan itu. Ketika kita gundah, gelisah, banyak pertanyaan yang tidak dapat kita jawab buka as-Syifa, insyaallah tenang dah hati kita.
Pada surat kedelapan (al-Anfal) ayat 53, dapat kita pahami dalam terjemahan para mufasir berikut, “... Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri...” dalam surat ini kita kembali menemukan perintah agar mengubah keadaan diri kita untuk mendapatkan nikmat yang kita harapkan dari Allah.
Jelaslah sudah bagaimana kita melukiskan indah guratan takdir. Jangan mengumpat dan menyesali kegagalan, bersyukurlah karena itu pernah mewarnai ragam perjalanan. Jangan sedih berkepanjangan ketika belum mencapai harapan, bersyukurlah karena kita diberi keinginan untuk mewujudkannya. Tumbuhkanlah selalu nasihat seorang khalifah yang gagah berani, Umar bin Khatab. “Jika memang itu untukku maka ia tidak akan melewatkanku. Jika ia melawatkanku maka ia bukan untukku.”

Just for your information gengs, al-Huda dan asy-Syifa adalah nama lain dari al-Quran, way of life yang kita miliki.